Diminta Wiranto Mundur dari Ketum Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) Angkat Bicara

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang ( OSO) diminta mantan ketua dewan pembina Partai Hanura Wiranto mundur dari jabatannya.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Dra Shinta Nuriah Abdurrahman Wahid menyampaikan ceramah kebangsaannya saat buka bersama Osman Sapta Oedang (OSO) di Masjid Raya Mujahidin, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (28/5/2018) malam. 

JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang ( OSO) diminta mantan ketua dewan pembina Partai Hanura Wiranto mundur dari jabatannya.

Menanggapi itu, OSO meminta Wiranto tidak lagi ikut campur soal urusan internal Hanura.

"Itu bukan urusan dia. Itu urusan Munas (Musyawarah Nasional).

Munas meminta saya kembali (sebagai ketua umum)," kata OSO di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Lewat Munas III Hanura, OSO kembali terpilih sebagai Ketua Umum Hanura 2019-2024 secara aklamasi.

OSO pun diberikan mandat sebagai formatur tunggal untuk menyusun kepengurusan DPP Hanura 2019-2024.

Presiden Jokowi Lantik Wiranto Jadi Ketua Wantimpres Setelah Tak Lagi Jabat Menkopolhukam Indonesia

OSO membantah soal janji dengan Wiranto untuk menjabat sebagai Ketua Umum Hanura hanya sampai 2019.

"Kalau pakta integritas itu adalah yamg kita ungkapkan kepada pernyataan tidak boleh mengkhianati partai, tidak boleh melakukan kebohongan-kebohongan, opsi-opsi yang bertentangan dengan AD/ART," jelasnya.

"Di luar itu, itu komitmen pribadi yang tidak menyangkut di dalam mekanisme organisasi partai. Karena partai itu punya AD/ART. Dan kekuasaan teritnggi itu adalah di Munas ini," lanjut OSO.

Soal penurunan suara Partai Hanura di Pemilu 2019 yang disinggung Wiranto, OSO menyatakan ada yang menyabotase partai Hanura. Menurutnya, Hanura bakal meraup banyak suara jika tidak ada gangguan.

Halaman
12
Editor: Marlen Sitinjak
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved