KSJL IKIP PGRI Pontianak Sukses Gelar Pementasan Teater 'Pesan Pencopet Kepada Pacarnya'

Ia mengatakan menjadikan puisi sebagai teater sangatlah jarang dilakukan oleh pegiat seni apalagi di Kalbar.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Foto suasana Pementasan Teater berjudul “Pesan Pencopet Kepada Pacarnya di Taman Budaya Kalimantan Barat, Selasa, (10/12/2019 

PONTIANAK -Komunitas Seni Jalan Lain (KSJL) IKIP PGRI Pontianak menggelar Pementasan Teater berjudul “Pesan Pencopet Kepada Pacarnya".

Naksah ini ditulis oleh Zakaria Pangaribuan sekaligus menyutradarai pementasan tersebut yang yang dipentaskan di Taman Budaya Kalimantan Barat, Selasa, (10/12/2019).

Zakaria mengatakan ide awal pementasan ini karena dirinya sangat menyukai puisi dan memiliki insiatif menampilkan teater yang diangkat dari judul puisi.

Puisi tersebut terinspirasi dari karya W.S Rendra yang berjudul pesan pencopet pada pacarnya.

Ia menjelaskan terkait isi dari naskah teater pesan pencopet kepada pacarnya secara garis besar mengangkat tentang kritik sosial, kritik politik, kritik asmara serta kritik tentang hak asasi manusia (HAM), serta mecerita kisah cinta seorang pria ( pencopet) dan seorang gadis yang cantik.

GMKI Komisariat IKIP PGRI Pontianak Gelar Masa Perkenalan

Dimana sang gadis tersebut selalu ingin dilamar oleh pejabat tinggi negara, tetapi sang gadis hanya ingin menikah dengan kekasih yang dicintainya yaitu seorang pencopet.

"Mereka berdua sebagai tokoh utama didalam pementasan inii . Dimana saya membuat namanya Bonar seorang pencopet dan kekasihnya bernama Siti yang memang ada didalam puisi tersebut," ujarnya.

Zakaria mengatakan butuh waktu sekitar sebulan lebih dan melibatkan 13 pemain dalam pementasan ini untuk melalukan casting para pemain menentukan tokoh dan wataknya sesuai peran di dalam naskah teater.

"Untuk latihannya dimulai dari sore hingga malam, latihannya itu disekitar kampus lama IKIP PGRI Pontianak, sedangkan untuk naskahnya sendiri ditulis selama satu bulan lebih," ujar Zakaria.

Ia mengatakan menjadikan puisi sebagai teater sangatlah jarang dilakukan oleh pegiat seni apalagi di Kalbar.

Empat Bulan Pengabdian, IKIP PGRI Pontianak Tarik Mahasiswa Magang dan KKN di Kubu Raya

"Tantangan bagi penulis naskah itu sendiri sangatlah tidak mudah harus memiliki imajinasi yang tinggi, pengetahuan yang sangat luas, dan bagaimana cara agar para penikmat teater di Pontianak ini tidak bosan saat menonton pementasan ini diselenggarakan," jelasnya.

Ia bersyukur dan berterima kasih kepada penonton yang sudah hadir untuk penikmati pementasan teater.

Walaupun cuaca tidak mendukung karna hujan, tetapi pada saat pementasan ini sudah dimulai banyak yang terkesima saat menonton pementasan tersebut.

"Banyak pesan moral yang disampaikan kepada penonton lewat pertunjukan drama teater ini. Hal yang terpenting bukan lah tentang action atau aksinya, tetapi memberitahukan dan memperlihatkan setiap dialog bisa tersampaikan kepada penonton," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved