BI Perluas Pengembangan Klaster UMKM di Kalbar Guna Pengendalian Inflasi

BI terus memperluas pengembangan klaster UMKM BI yang ditujukan untuk pengendalian inflasi serta berorientasi ekspor dan ekonomi digital.

TRIBUN PONTIANAK/ NINA SORAYA
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat Prijono menyampaikan paparannnya saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2019, di Aula BI Kalbar, Selasa (17/12/2019). 

“Kami meyakini implementasi blueprint ini akan meningkatkan digitalisasi perbankan, interlink dengan fintech dan ecommerce, dalam ekosistem terintegrasi unicorn-unicorn nasional. Dan yang lebih penting lagi, ini akan memberikan layanan pembayaran digital yang lebih mudah, cepat dan murah untuk semua orang,” sampainya.

FAKTA-FAKTA Pencabutan Penghargaan Adhi Karyawisata 2019 Diskotik Colosseum oleh Pemprov DKI Jakarta

Ikan Asin Salah Satu Bahan Pemicu Penyakit Kanker, Dokter Beberkan Fakta Mengejutkan

Prijono mengatakan BI juga terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber pertumbuhan baru ekonomi Indonesia.

BI terus memperluas pengembangan klaster UMKM BI yang ditujukan untuk pengendalian inflasi serta berorientasi ekspor dan ekonomi digital.

Pengembangan ekonomi syariah dan UMKM yang telah dilakukan di antaranya di Pondok Pesantren Nurul Jadid di Kabupaten Kubu Raya melalui usaha peternakan kambing, pertanian hidroponik dan bioflok ikan lele.

“Selain itu, kami juga mendorong pengembangan UMKM dengan konsep pengembangan ekonomi lokal (Local Economic Development) sebagaimana telah kami lakukan di Mempawah Mangrove Park (MMP), UMKM Modified Cassava Flour (Mocaf) di Kabupaten Landak serta Tenun
Sambas,” paparnya.

Prijono menuturkan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia ini pula dapat disaksikan beberapa koleksi Tenun Sambas binaan KPwBI Provinsi Kalimantan Barat yang telah ditampilkan di
tingkat nasional.

Di antaranya pada ajang Festival Ekonomi Syariah 2019 di Banjarmasin dan Karya Kreatif Indonesia 2019 di Jakarta.

“Berbagai program sosial yang kami lakukan juga kami arahkan pada area pengembangan dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat di Kalimantan Barat. Misalnya lahan percontohan penangkaran benih padi unggul varietas Tropiko dan perikanan air tawar (membuat keramba) di Kabupaten Sanggau, pembuatan pakan ikan apung di Kubu Raya,” katanya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved