Pelecehan Seksual Oknum Jaksa Masuk Diantara Tiga Kasus Besar KPPAD Kalbar Setahun Terakhir

Konferensi pers KPPAD dilaksanakan di Aula Pondok Ale-ale, Jalan Sutoyo Pontianak, Senin (16/12/2019).

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Suasana kegiatan konferensi pers KPPAD Kalbar terkait ekspos kinerja. 

PONTIANAK - Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar menggelar konferensi pers terkait kinerja selama satu tahun terakhir.

Konferensi pers KPPAD dilaksanakan di Aula Pondok Ale-ale, Jalan Sutoyo Pontianak, Senin (16/12/2019).

Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nuryanti menyebutkan kegiatan ini dilaksanakan untuk menyampaikan kinerja KPPAD dan sebagai pertanggungjawabannya moral pada masyarakat.

Setidaknya sepanjaang 2019 terdapat 150an kasus yang dilaporkan maupun yang diketahui sendiri oleh KPPAD Kalbar.

Menurut, Eka dari beberapa kasus yang ditangani oleh KPPAD terbagi tiga kasus besar.

Jajaran Komisioner KPPAD Kalbar saat melakukan konferensi pers terkait oknum Jaksa yang lakukan pelecehan seksual. 
Jajaran Komisioner KPPAD Kalbar saat melakukan konferensi pers terkait oknum Jaksa yang lakukan pelecehan seksual.  (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI)

Kemudian, KPPAD juga mendapatkan pertanyaan dari jurnalis terkait penyelesaian kasus dugaan cabul yang dilakukan oknum kejaksaan.

Setelah itu, diminta juga konsep atau langkah nyata KPPAD untuk mencegah kekerasan terhadap anak kedepannya.

Kasus Terberat Libatkan Oknum Jaksa

Satu diantara kasus yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar adalah kasus kejahatan seksual yang dilakukan oleh oknum jaksa (AJ) yang dilaporkan pada bulan Agustus 2018 lalu.

Komisioner KPPAD Kalbar, Alik R Rosyad menjelaskan kasus ini masih terus berguliran ia mengharapkan media juga mampu mendorong diselesaikannya kasus ini.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved