Breaking News:

Suara Kepala Daerah dan Kasek di Kalbar Terkait Penghapusan Ujian Nasional, Karolin Beri Masukan

Meski demikian, harapannya sistem baru harus dipersiapkan dengan baik dan disosialisasikan terlebih dahulu.

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Sebanyak 221 siswa SMA Karya Sekadau mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA yang mulai dilaksanakan, Senin (1/4). Di SMA Karya Sekadau, pelaksanaan UNBK dibagi menjadi dua sesi dengan menggunakan empat laboratorium komputer. 

Erik berharap sosialisasi dilakukan sebelum program pengganti tersebut benar-benar diterapkan.

"Kita terus terang belum memahami program penggantinya itu nanti akan seperti apa. Makanya perlu ada sosialisasi dulu sebelum program itu dilaksanakan," ujar Erik.

Erik menambahkan, sebenarnya yang membuat UN kurang efektif selama ini adalah standar yang dipakai di sekolah favorit hingga di pelosok ditetapkan sama.

Padahal, dari segi sarana dan prasarana saja sudah berbeda.

"Kalau di daerah kadang-kadang masih ada anak yang bingung pegang komputer. Ditambah lagi mereka harus UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer)," ungkap Erik.

Kesiapan juga disampaikan Kepala SMPN 1 Ngabang, Badas."Kita ikuti saja dengan baik setiap ada perubahan kebijakan dari Kemdikbud," ungkap Badas.

Barometer Kognitif

Kepala SMAN 9 Kota Singkawang Djoko Supriatno memastikan akan mengikuti arahan kementerian.

Djoko menilai keberadaan UN sebagai barometer untuk mengukur kemampuan siswa secara kognitif.

Hasil UN tersebut menjadi pembanding antara satu sekolah dengan sekolah lainnya dan evaluasi.

Bila hal itu ada, maka kepala sekolah bisa mendorong para guru lebih aktif lagi dalam meningkatkan kemampuan siswa.

"Jadi terukur sama se-nasional," tuturnya.

Ia mengakui persoalan sarana dan prasarana yang tidak lengkap menjadi kendala pada tahap awal diberlakukannya sistem UNBK. Bahkan sekolah tidak memiliki ruangan dan komputer sehingga harus meminjam dari guru dan orang tua siswa.

Namun tahun depan SMAN 9 telah bersiap menyambut UNBK yang akan dilaksanakan.

Saat ini sekolah memiliki 21 komputer yang merupakan bantuan dari pemerintah dan empat unit melalui dana BOS.

Djoko berharap tidak ada uang dikorbankan dalam pemberlakukan kebijakan yang baru.

Kepala Sekolah SMKN 2 Ketapang, Erini memastikan bahwa pihaknya siap melaksanakan apapun kebijakan dari Pemerintah Pusat.

"Apapun kebijakannya nanti yang pasti saya pribadi sebagai Kepala Sekolah siap melaksanakan," kata Erini.

"Saya yakin apapun kebijakan Pak Menteri pasti telah melalui kajian dan berdampak baik bagi pendidikan Indonesia kedepan," timpalnya.

Untuk program UN sendiri, Erini menilai selama ini berjalan cukup efektif. Namun dikatakannya masih ada beberapa kekurangan yang dianggap perlu adanya perubahan.

"UN itu efektifnya membuat anak lebih giat belajar. Namun untuk siswa-siswi SMA,SMK maupun MA, UN itu tidak ada hubungannya ketika mereka masuk ke perguruan tinggi. Nantinya mereka juga perlu di tes lagi. Itu yang kurang efektif," lanjutnya. (lan/one/del/alf/nur/doi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved