Breaking News:

POPULER - Perda Ketertiban Umum, Siap-siap Pemberi dan Peminta di Jalanan Kena Denda Rp 500 Ribu

"Besaran dendanya sebesar Rp 500 ribu dan harus disetorkan ke kas daerah," tukasnya.

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Madrosid
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Seorang pengemis meminta-minta kepada pengendara mobil di Jalan Tanjungpura, Pontianak, senin (3/6/2019). Menjelang hari raya keagamaan, gepeng mulai menjamur di perkotaan. 

PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Satpol PP akan menerapkan peraturan daerah (perda) yang baru direvisi DPRD beberapa waktu lalu, yakni Perda Nomor 11 tentang ketertiban umum, soal pengemis, pengamen, pemungut sumbangan di persimpangan jalan.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga ketertiban umum tersebut, Satpol PP Kota Pontianak akan memberlakukan denda paksa bagi para pelanggarnya secara bertahap.

Kepala Satpol PP Kota Pontianak, Syf Adriana menjelaskan memang terdapat beberapa poin penting di dalam Perda Kota Pontianak Nomor 11 tahun 2019 yang telah direvisi ini.

Ia menjelaskan, satu di antaranya adalah penerapan denda paksa bagi setiap pelanggar yakni peminta sumbangan di persimpangan jalan/traffic light, dan tempat umum.

"Sebelumnya hal itu memang dilarang. Akan tetapi pada tahun ini akan dikenakan denda paksa," terang Syf Adriana di ruang kerjanya, Selasa (10/12/2019)

Ia menjelaskan bahwa setiap aktivitas menggalang dana di kawasan umum atau persimpangan traffic light, hal tersebut juga telah tertuang di dalam Perda Tibum yang telah disahkan.

Penggalangan dana baru bisa dilakukan jika ada izin dari Wali Kota Pontianak.

"Kalau selama wali kota belum memberikan izin dan praktik tersebut dilakukan oleh badan tertentu sehingga mengganggu penggunan jalan bahkan menyebabkan kemacetan, tentu akan kita tertibkan," ujarnya.

Dirinya menegaskan, selama ini Wali Kota Pontianak tidak pernah memberikan izin kepada pihak tertentu ataupun lembaga tertentu untuk melakukan penggalangan dana di lampu merah persimpangan jalan di Kota Pontianak.

Bahkan sebagai bentuk efek jera atas praktik meminta-minta atau penggalangan dana tak berizin, di dalam Perda Ketertiban Umum Pasal 39 huruf e, pihak yang memberikan uang dan/atau barang kepada pengemis dan/atau peminta-peminta belas kasihan orang dipersimpangan jalan/traffic light yang termasuk daerah milik jalan atau tempat umum lainya juga bisa dikenakan denda paksa.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved