Breaking News:

dr Wendell G Geary Tutup Usia, RSU Bethesda Serukam Bengkayang Berduka

Opa Geary terakhir datang ke Serukam pada April 2016. Opa Geary orang yang sangat rendah hati, penuh kasih dan hangat.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
dr. Wendell G Geary semasa hidup. 

BENGKAYANG - Rumah Sakit Umum (RSU) Bethesda Serukam Bengkayang berduka atas meninggalnya founder RSU Bethesda Serukam dr Wendell G Geary dalam usia 84 tahun di Minnesota, USA. Ia meninggalkan seorang istri yaitu Marjore Ann Geary dan 2 anak, cucu serta cicit.

dr. Wendell G Geary lahir pada 22 Oct 1935 dan meninggal 12 Desember 2019 waktu USA di rumah anak keduanya di St Paul, Minnesota karena masalah gangguan kesehatan pulmonary edema (infeksi paru-paru) yang telah hampir tiga tahun diderita.

"Beliau sempat dirawat di RS di St Paul tanggal 13 hingga 20 November 2019 dan melanjutkan perawatan di rumah dengan program hospice," kata Sekretaris Pengurus Yayasan Bethesda Serukam, Fransiskus Yanto, Jumat (13/12/2019).

Ia memanggil dr. Wendell G Geary dengan sebutan Opa Geary. Opa Geary tiba di Sungai Betung 1 Oktober 1961 untuk memulai pelayanan klinik kesehatan dan berkembang menjadi RSU Bethesda Serukam.

BREAKING NEWS : Innalillahi wa Innailaihi Rojiun, Mantan Bupati Ketapang Morkes Effendi Tutup Usia

Lebih dari 45 tahun Opa Geary mendediksikan hidupnya untuk Tuhan melalui pelayanan medis holistik bagi masyarakat pedalaman Kalimantan Barat (Kalbar).

Bagi Fransiskus, Opa Geary adalah sosok pejuang iman dan kemanusiaan yang telah pensiun sejak 2006. Ia bersyukur dapat mengenal dan berkerja sama dengan Opa Geary yang seperti sosok orangtua baginya.

Opa Geary terakhir datang ke Serukam pada April 2016. Opa Geary orang yang sangat rendah hati, penuh kasih dan hangat.

Banyak teladan hidup Opa Geary yang dapat terus dipergunakan selama berkarya di dunia. Hal yang paling luar biasa dari Ia adalah kasihnya yang begitu besar bagi masyarakat pedalaman.

Hari ini boleh dibilang hari berkabung bagi RSU Bethesda Serukam Bengkayang karena hidup dan pelayanannya betul-betul untuk Tuhan.

"Hati kami sedih, tetapi tetap bersyukur karena hidup beliau selama ini betul-betul mencerminkan cara hidup Kristus baik dalam pelayanan dan penyerahannya," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved