Ireng Maulana: Pemekaran Kapuas Raya Hanya untuk Kepentingan Elit

bayangan tentang kemajuan yang akan dinikmati masyarakat diucapkan terus menerus ketika pemekaran nantinys terwujud.

FACEBOOK
Ireng Maulana MA 

Padahal tidak ada yang berani menjamin kemajuan akan selalu menyertai kebijakan pemekaran wilayah karena rancang bangun Pemekaran Kapuas Raya yang akan memajukan semua orang belum ada yang memikirkannya secara serius sama sekali sampai dengan hari ini, karena publik lebih banyak diperlihatkan kesibukan untuk menentukan pusat pemerintah atau pusat kota oleh elite. Posisi masyarakat belum tampak dalam proses sesama elite yang ekslusif dan top ini. 

Sejumlah Tokoh Masyarakat Dayak Gelar Audiensi, Desak Gubernur Buat Otsus Pemekaran Kapuas Raya

Pekerjaan berat dalam mewujudkan pemekaran adalah mencegah munculnya pikiran, perasaan dan kesimpulan dalam kebatinan masyarakat bahwa dalam  pemekaran daerah atau tidak ada pemekaran  kehidupan mereka tidak berubah lebih baik. 

Indikator semacam ini sudah cukup sebagai alat ukur bahwa pemekaran tidak bermanfaat. 

Seharusnya pemekaran berdampak baik bagi warga masyarakat. Mereka harus merasa ikut dilibatkan sejak awal dalam produksi pengetahuaan rancang bangun kemajuan bersama dalam pemekaran sehingga ownership publik pada isu pemekaran menjadi solid. 

Oleh karena itu, kurangi dominasi elite, politisi, pemodal dan pejabat birokrat dalam penguasaan isu pemekaran, tarik masyarakat kedalam ikut dalam prosesnya yang paling penting dan strategis sehingga rancang bangun kemajuan benar-benar menyertai Pemekaran Provinsi Kapuas Raya.

Tata Calon Ibu Kota

 Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan kedepan pemekaran wilayah tidak bisa dihindari, karena bisa jadi suatu kebutuhan. Termasuk soal pemekaran Provinsi Kapuas Raya.

“Karena bagaimana pun juga pemekaran wilayah itu alami. Namun demikian pertanyaaanya apakah kita sudah siap dengan pemekaran wilayah, karena banyak juga suatu kota atau provinsi dibentuk, namun setelah dibentuk, banyak yang stag, tidak berkembang, ini menjadi perhtian tentunya,” kata Pangdam saat kungjungan kerja ke Sintang. 

Kabupaten Sintang yang digadang-gadang menjadi bakal calon ibu kota provinsi Kapuas Raya disarankan Pangdam untuk mulai bersiap diri. Persiapan yang paling awal kata dia, mulai mendesain tata kotanya.  

Rujukan desain tata kota sebut Pangdam, bisa mencontoh kota Surabaya yang saat ini menjadi kota terbaik se- Asia. “Bisa studi banding ke sana, mumpung ini belum di desain,” saran Pangdam.

Halaman
123
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved