Gepami Kalbar Lakukan Giat Hijau dan Bersih untuk Bumi di Kawasan Hutan Mangrove

Karena permasalahan sampah merupakan permasalahan yang serius untuk dihadapi dunia sekarang ini.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gepami Kalbar lakukan aksi bersama giat peduli dan sosialisasi lingkungan hidup dengan aksi pungut sampah plastik dan tanam bibit pohon mangrove di salah satu kawasan Hutan Mangrove, Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat beberapa waktu lalu. 

Kepala Desa Jeruju Besar Mengatakan bahwa kegiatan ini sudah pernah dilaksanakan 3 tahun sebelumnya,

"Sebelumnya kami pernah melakukan penanaman juga kurang lebih 3 tahun yang lalu, hanya saja karena bibit terlalu kecil akhirnya hilang terbawa arus air," tambah Nurhalijah.

"Ya, mudah-mudahan saja penanaman kali ini bisa berhasil dan lebih banyak yang hidup karena seperti yang kita lihat bibit mangrove yang kita tanam saat ini sudah lumayan besar," sambung Nurhalijah lagi.

Penanaman mangrove ini juga rencanya akan terus berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan dari Desa Jeruju Besar, "Kegiatan ini memang akan kita adakan lagi di setiap tahun," imbuhnya.

Nurhalijah mengatakan,  selain penanaman mangrove, tempat wisata ini juga akan dikembangkan lagi dengan cara menambah spot-spot foto dan lainnya sehingga dapat menjadi salah satu icon yang dapat dibanggakan.

Selain itu peningkatan perbaikan jalan juga sudah dilaksankan dengan secepat mungkin untuk memudahkan perjalanan menuju tempat wisata ini.

"Tentu saja kami akan mengembangkan tempat wisata ini, hanya saja semua baru tahap mulai dan kamipun baru mengusulkan, karena pembangungan pasti membutuhkan anggaran yang cukup besar dan pembangunan jalan saat ini pun menggunakan dana Desa dan baru tahap pengerasan," terangnya.

Kepala Desa Jeruju Besar juga berharap bahwa dengan adanya tempat wisata Equator Park ini dapat memberdayakan masyarakat setempat dan dapat menambah penghasilan masyarakat.

"Mudah-mudahan dengan adanya tempat wisata baru ini dapat menjadi penghasilan tambahan untuk masyarakat," Ujarnya.

Setelah penanaman 1000 pohon mangrove selesai, mahasiswa yang tergabung bersama Kepala Desa dan masyarakat menutup kegiatan tersebut dengan makan saprahan.

Suasana saprahan terasa begitu hangat dan sangat terasa momen kebersamaan didalamnya, terlihat para pejabat desa serta tokoh-tokoh penting yang juga ikut bergabung untuk makan bersama dan berbaur dengan seluruh elemen masyarakat tanpa terlihat ada perbedaan didalamnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

 
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved