Gepami Kalbar Lakukan Giat Hijau dan Bersih untuk Bumi di Kawasan Hutan Mangrove

Karena permasalahan sampah merupakan permasalahan yang serius untuk dihadapi dunia sekarang ini.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gepami Kalbar lakukan aksi bersama giat peduli dan sosialisasi lingkungan hidup dengan aksi pungut sampah plastik dan tanam bibit pohon mangrove di salah satu kawasan Hutan Mangrove, Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat beberapa waktu lalu. 

SINGKAWANG - Gerakan Peduli Alam Bumi Borneo Kalimantan Barat atau yang dikenal dengan "Gepami Kalbar" melakukan aksi bersama giat peduli dan sosialisasi lingkungan hidup.

Aksi ini dilakukan dengan aksi pungut sampah plastik dan tanam bibit pohon mangrove di salah satu kawasan Hutan Mangrove, Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat.

Gepami Kalbar lakukan aksi bersama giat peduli dan sosialisasi lingkungan hidup dengan aksi pungut sampah plastik dan tanam bibit pohon mangrove di salah satu kawasan Hutan Mangrove, Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat beberapa waktu lalu.
Gepami Kalbar lakukan aksi bersama giat peduli dan sosialisasi lingkungan hidup dengan aksi pungut sampah plastik dan tanam bibit pohon mangrove di salah satu kawasan Hutan Mangrove, Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat beberapa waktu lalu. (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

"Pada kegiatan tersebut, kita bekerjasama dengan UPT Dinas Kebersihan, Polsek Singkawang Barat dan komunitas-komunitas pencinta alam perwakilan dari beberapa daerah seperti Kota Pontianak, Bengkayang dan Singkawang," kata Humas Gepami Kalbar, Rezza Dewinta, Kamis (12/12/2019).

Kegiatan tersebut sekaligus untuk menyosialisasikan ke masyarakat mengenai polemik sampah yang bisa berkontribusi positif untuk lingkungan, pariwisata, ekonomi serta kemasyarakatan.

Resmi Legalitasnya, Relawan Komunitas Lindungi Hutan Landak Ajak Kaum Milenial Ikut Aksi Tanam Pohon

Karena permasalahan sampah merupakan permasalahan yang serius untuk dihadapi dunia sekarang ini.

Aksi ini ditujukan untuk menciptakan satu solusi bertahap dan berkesinambungan yang baik dalam upaya menekan keberadaan sampah plastik yang menjadi isu permasalahan khusus dunia di negara manapun saat ini.

"Yang kiranya dapat berpotensi merusak serta mengganggu keseimbangan ekosistem lingkungan hidup, baik itu alamnya, hewannya, lautnya, hutannya, permukimannya yang juga satu kesatuan bagian struktur kehidupan yang menopang kehidupan manusianya khususnya yang terjadi di kawasan Kota Singkawang," ungkapnya.

Padahal, apabila dilakukan pembinaan dan pemberdayaan program serta sinergi yang tepat, dengan melibatkan berbagai pihak yang berkompeten.

Maka permasalahan keberadaan sampah plastik yang memapari pemukiman serta lingkungan sekarang ini, akan menjadi salah satu upaya solusi dalam meningkatkan kualitas PAD.

Serta menciptakan peluang yang baik untuk Sumber Daya Manusia serta alam dari dan untuk masyarakat Kota Singkawang.

Halaman
123
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved