Dua Negara Berminat Kembangkan PLTN di Kalbar, Gubernur Sutarmidji: Harus Direalisasikan

Ia mengatakan hal ini terus dibicarakan, jangan hanya menjadi omongan saja, tapi harus direalisasikan dan harus masuk dalam RPJMN.

Dua Negara Berminat Kembangkan PLTN di Kalbar, Gubernur Sutarmidji: Harus Direalisasikan
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji berdiskusi dengan delegasi PLTN Jepang terkait pembangunan PLTN, di ruang kerjanya, kantor gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Rabu (11/12/2019). 

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menerima Delegasi PLTN Jepang dan Kedutaan Jepang terkait PLTN yang sedang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Kalbar, Rabu (11/12/2019).

Ia mengatakan sejauh ini ada dua negara yang intens membahas terkait PLTN di Kalbar yakni Jepang dan Prancis.

Midji mengatakan kunjungan delegasi Jepang kali ini dalam rangka untuk melakukan sosialisasi terkait PLTN dan rencana kedepannya bagaimana persiapannya, modelnya yang paling aman.

Ia mengatakan hal ini terus dibicarakan, jangan hanya menjadi omongan saja, tapi harus direalisasikan dan harus masuk dalam RPJMN.

Tertarik Bauksit Kalbar, Delegasi PLTN Jepang Bertemu Gubernur Kalbar Sutarmidji

Hal itulah yang harus diperjuangkan.

"Perencanaannya sebenarnya sudah, bahkan ada satu negara yang siap dalam hal ini, bahkan mereka ada PLTN yang terapung."

"Seperti Fukusima ketika terkena tsunami saja masih aman, itu dari sisi keamanan," ujarnya.

Jadi ini adalah kebutuhan akan energi yang murah.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji berdiskusi dengan delegasi PLTN Jepang terkait pembangunan PLTN, di ruang kerjanya, kantor gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Rabu (11/12/2019).
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji berdiskusi dengan delegasi PLTN Jepang terkait pembangunan PLTN, di ruang kerjanya, kantor gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Rabu (11/12/2019). (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)

Jika daerah tidak bisa mengolah sumber daya alam yang ada dan kalau diolah oleh orang lain terus menerus maka masyarakat Kalbar khususnya hanya jadi penonton dan hanya bisa marah saja.

"Kita mau mengolah sumber energi tapi infrastrukturnya tidak ada, ketika mau bangun tidak bisa. Itu yang harus kita selesaikan juga," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Anggita Putri
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved