Dugaan Tipikor Suryadman Gidot

Kuasa Hukum Terdakwa Sebut Alexius Meminta Sejumlah Uang Kepada Klien

Rencana kita kalau mereka kompak, ya kita buat laporan tentang pak Alexius yang dirasa telah menipu mereka

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Mantan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot saat hadir sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Pontianak, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (10/12/2019). Gidot memberikan kesaksiannya terhadap empat terdakwa pemberi suap, dalam kasus dugaan grativikasi yang menjeratnya. 

 PONTIANAK - Kuasa Hukum dua terdakwa dari Pandu dan Yosef yakni Zakarias mengungkapkan, bahwa klien nya tersebut merupakan korban dalam lingkaran kasus Suryadman Gidot.

 Zakarias  mengatakan, kliennya bukanlah penyuap, namu kliennya di iming-imingi akan diberikan proyek, yang nyatanya proyek tersebut sama sekali tidak ada. 

"Maka tadi hakim menanyakan siapa yang minta dan siapa yang diminta. Nah dalam hal ini kan mereka diminta bukan menyuap. Mereka dibujuk rayu ternyata tidak ada. Saya melihat disini pak Alexius yang menipu mereka, karena pak Alexius yang meminta dan membujuk mereka ini," ujar Zakarias setelah sidang, Selasa (10/12/2019).

Zakarias bahkan menegaskan, bahwa ada penipuan dari Alexius terhadap kedua kliennya tersebut hingga melibatkan mereka kedalam kasus tersebut. 

BREAKING NEWS - Sidang Lanjutan Kasus Tipikor, Suryadman Gidot Dikawal Aparat Bersenjata Lengkap

"Sebenarnya justru saya lihat di sini penipuan dari pak Alexius mengiming imingi sesuatu ternyata tidak ada seharusnya mereka melaporkan balik pak Alexius. Rencana kita kalau mereka kompak, ya kita buat laporan tentang pak Alexius yang dirasa telah menipu mereka (kliennya)," ungkapnya. 

Ia juga menerangkan, saat kliennya dimintai uang oleh Alexius, kliennya tidak tahu uang tersebut akan digunkan untuk apa. Namun yang jelas, kata dia, mereka di iming-imingi akan diberikan proyek nantinya. Tapi hal itu sebatas iming-iming saja, bahkan mereka juga tidak mengerti tentang aliran uang tersebut. (gam) 
 

Fee Proyek

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Luky Dwi Nugroho mengungkapkan fakta di persidangan  Suryadman Gidot, bahwa telah menemukan benang merah terkait adanya rangkaian perbuatan pemberian uang yang terkait dengan proyek. 

"Kita melihat dari fakta-fakta di persidangan dengan alat bukti yang kita hadirkan yaitu adalah saksi pak Suryadman Gidot selaku bupati, ada juga pak Risen, dan pak Fitri Juardi, kita bisa menemukan benang merah di situ mengenai adanya rangkaian perbuatan apa namanya pemberian uang yang ini terkait dengan proyek yang nanti memang muaranya itu akan diberikan oleh pak Alexius kepada pak Suryadman Gidot selaku bupati," ujar Luky Dwi Nugroho usai persidangan di PN Tipikor Jl. Urai Bawadi, Selasa (10/12/2019).

Mantan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot saat hadir sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Pontianak, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (10/12/2019). Gidot memberikan kesaksiannya terhadap empat terdakwa pemberi suap, dalam kasus dugaan grativikasi yang menjeratnya.
Mantan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot saat hadir sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Pontianak, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (10/12/2019). Gidot memberikan kesaksiannya terhadap empat terdakwa pemberi suap, dalam kasus dugaan grativikasi yang menjeratnya. (

Ia juga mengatakan, apa yang disampaikan oleh para saksi di persidangan tadi sudah sah.

Halaman
12
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved