Madu Kelulut Padang Tikar Kubu Raya di Forest Festival Kalbar, Dapat Sembuhkan Batu Pilek dan Demam

Menjadi mandiri salah satunya bisa dengan memanfaatkan hasil hutan bukan kayu. Saya berharap Gubernur Kalbar dapat membantu pasarnya

Madu Kelulut Padang Tikar Kubu Raya di Forest Festival Kalbar, Dapat Sembuhkan Batu Pilek dan Demam
TRIBUNPONTIANAK/RAYMOND KARSUWADI
Sarang Kelulut - Madu kelulut budidaya masyarakat pesisir Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Minggu (12/3/2017). 

PONTIANAK - Madu mangrove dan kelulut yang ada di stand Sampan Kalimantan tampak diminati pengunjung yang ikut serta pada kegiatan jalan sehat di halaman Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (8/12).

Lain halnya dengan madu mangrove atau madu biasa, madu kelulut itama atau klanceng hitam/gagak atau trigona itama atau stingless bee, berasal dari jenis Heterotrigona itama, satu di antara jenis yang banyak terdapat di Kalimantan dan Sumatra.

Ini merupakan madu yang berkhasiat lebih tinggi dari madu lebah biasa.

Dua komoditi madu tersebut adalah produk lokal hasil kekayaan alam hutan desa yang dikelola masyarakat untuk meningkatkan perekonomian setempat melalui hasil hutan bukan kayu.

"Saya memang penikmat madu. Khususnya kelulut miliki banyak khasiat. Manfaat paling nyata bisa membuat badan bugar. Selain itu, ketika batuk pilek atau demam, jika mengkonsumsi kelulut bisa sembuh. Ini sudah saya rasakan," ujar satu di antara pengunjung yang membeli madu kelulut di stand Sampan Kalimantan, Desi.

Dijelaskan Desi, kemasan madu yang dijual di stand Sampan Kalimantan begitu menarik. Harganya terjangkau, hanya Rp 100 ribu.

Buka Pasar Hasil Hutan Desa, Madu Mangrove dan Kelulut Diminati Masyarakat Saat Jalan Sehat

Saking penasarannya, dia pun mencari tahu asal usul madu tersebut. Dari penjelasan penjaga stand, madu ini berasal dari Bentang Pesisir Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya.

Dia berharap, madu-madu ini dapat ditemukan dengan mudah di pasaran. Seperti di supermarket, minimarket dan toko-toko besar ternama.

Agar semakin mengakar, butuh perhatian pemerintah buat membuka pasar mereka.

Direktur Sampan Kalimantan, Dede Purwansyah menuturkan bahwa kegiatan jalan santai dan tanam pohon kali ini pihaknya juga dilibatkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Halaman
123
Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved