Kejari Ketapang Gelar Debat dan Sosialisasi Pemahaman Korupsi Dikalangan Pelajar

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia.

Kejari Ketapang Gelar Debat dan Sosialisasi Pemahaman Korupsi Dikalangan Pelajar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Debat dan Sosialisasi Pemahaman Korupsi dikalangan Pelajar dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, yang digelar Kejaksaan Negeri Ketapang. Sabtu (7/12/2019). 

KETAPANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang menggelar kegiatan Debat dan Sosialisasi Pemahaman Korupsi di kalangan pelajar yang dilaksanakan di Warung Kopi Kejaksaan Negeri Ketapang, Jalan M.T Haryono, Sabtu (07/12/2019) malam.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang, Dharmabella Tymbasz, mengatakan tema Hari Anti Korupsi tahun ini secara nasional bertemakan “Bersama Melawan Korupsi Mewujudkan Indonesia Maju”.

 Dharmabella Tymbasz berharap, kegiatan sosialisasi ini akan membangkitkan kesadaran para pelajar akan perilaku koruptif sejak dini.

Adiyani : Target Kedepan Akan Dicanangkan Hari Menanam Pohon di Kalbar

“Kita berharap para siswa mampu menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki pemahaman, memiliki wawasan tentang hukum sehingga bisa berpengaruh terhadap moral atau prilaku,” ujar  Dharmabella Tymbasz.

Selain diikuti puluhan siswa dan siswi dari SMK Negeri 1, Debat dan Sosialisasi Pemahaman Korupsi juga diikuti sejumlah jurnalis di Ketapang.

Dalam acara tersebut juga membahas pemaparan tentang pengertian korupsi dan bibit-bibit korupsi yang timbul di kalangan pelajar.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan paparan bagaimana upaya pencegahan perilaku koruptif di kalangan pelajar serta dialog interaktif dengan Tim Kejari Ketapang.

Merugikan Seluruh Masyarakat

Kegiatan tersebut pun ternyata disambut baik oleh para pelajar yang hadir, satu di antaranya siswi SMK 1 Ketapang, Anisa.

Dalam kesempatannya, Anisa mengatakan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia wajib dilaksanakan, khususnya di Kabupaten Ketapang dan di Indonesia pada umumnya.

Menurutnya, di Indonesia korupsi sangat merajalela, bahkan menjadi satu diantara permasalah yang paling pelik untuk diatasi pemerintah.

Sutarmidji: Penanaman Pohon Bersama dalam Rangka Membuat Kalbar Semakin Hijau

"Peringatan hari anti korupsi dapat mengingatkan kembali kepada orang banyak bahwa korupsi itu tidak hanya merugikan satu pihak, tetapi seluruh masyarakat Indonesia," katanya saat mengikuti acara tersebut.

Anisa menilai, peringatan Hari Anti Korupsi bukan sekedar seremonial semata, tetapi dengan memperingati hal-hal seperti ini, dapat menyadarkan kembali masyarakat agar untuk tidak berbuat hal yang merugikan tersebut.

Gadis 17 tahun itu pun berharap, kedepannya para koruptor di Indonesia dapat tobat dan kembali ke jalan yang benar

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
  

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved