Buka Pasar Hasil Hutan Desa, Madu Mangrove dan Kelulut Diminati Masyarakat Saat Jalan Sehat

Dijelaskan Desi, kemasan madu yang dijual di stand Sampan Kalimantan begitu menarik. Harganya juga tidak mahal. Rp 100 ribu.

Buka Pasar Hasil Hutan Desa, Madu Mangrove dan Kelulut Diminati Masyarakat Saat Jalan Sehat
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Foto pengunjung di stand Sampan Kalimantan yang sedang membeli madu dan produk lokal lainnya pada kegiatan jalan sehat di halaman Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (8/12/2019). 

PONTIANAK - Madu mangrove dan kelulut yang ada di stand Sampan Kalimantan tampak diminati pengunjung yang ikut serta pada kegiatan jalan sehat di halaman Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (8/12/2019).

Dua komoditi tersebut adalah produk lokal hasil kekayaan alam Hutan Desa yang dikelola masyarakat untuk meningkatkan perekonomian setempat melalui hasil hutan bukan kayu.

"Saya memang penikmat madu. Khususnya kelulut miliki banyak khasiat. Manfaat paling nyata bisa membuat badan bugar."

"Selain itu, ketika batuk pilek atau demam, jika mengkonsumsi kelulut bisa sembuh. Ini sudah saya rasakan," ujar salah satu pengunjung yang membeli madu kelulut di stand Sampan Kalimantan, Desi.

Panen Madu Kelulut dan Cabai, Bupati Jarot Minta Petani Tinggalkan Ekonomi Ekstraktif

Dijelaskan Desi, kemasan madu yang dijual di stand Sampan Kalimantan begitu menarik.

Harganya juga tidak mahal. Rp 100 ribu.

Saking penasarannya, diapun mencari tahu asal usul madu tersebut.

Dari penjelasan penjaga stand, madu ini berasal dari Bentang Pesisir Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya.

Dia berharap, madu-madu ini dapat ditemukan dengan mudah di pasaran.

Seperti di supermarket, minimarket dan toko-toko besar ternama. Agar semakin mengakar, butuh perhatian pemerintah buat membuka pasar mereka.

Halaman
123
Penulis: Anggita Putri
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved