Bripka Agung Utomo: Investigasi TKP Titik Pertemuan Sains, Logika dan Hukum

Petugas CSI hanya mendokumentasikan adegan tersebut secara menyeluruh dengan mengambil foto dan menggambar sketsa saat jalan setapak.

Bripka Agung Utomo: Investigasi TKP Titik Pertemuan Sains, Logika dan Hukum
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tim Inafis Sat Reskrim Polresta Pontianak, Bripka Agung Utomo. 

PONTIANAK - Investigasi TKP adalah titik pertemuan antara sains, logika dan hukum.

Melakukan pemeriksaan TKP adalah sebuah proses langkah panjang dimana harus melibatkan kegiatan dokumentasi tentang kondisi di TKP.

"Mengumpulkan bukti fisik apa pun yang ditemukan guna dapat menjelaskan apa yang terjadi dan menunjukkan siapa yang melakukan perbuatan tersebut," ujar Bripka Agung Utomo, Sabtu (7/12/2019).

Pria yang bertugas di Tim Inafis Sat Reskrim Polresta Pontianak ini menyebutkan di setiap tempat kejadian, seorang petugas Crime Scientific Identification (CSI) bisa mengumpulkan darah yang mengering dari sebuah kaca jendela, lantai atau dinding serta mengangkat helai rambut dari jaket si korban dengan menggunakan pinset.

TERUNGKAP! Kronologi Kepala Sekolah Tewas Ditusuk, Motif Tersangka hingga Pembunuhan Berencana

"Bahkan ada yang harus menggunakan palu untuk menerobos pintu atau dinding yang menjadi titik asal bau ditemukannya korban yang sudah membusuk," tuturnya.

Sebelum melakukan kegiatan TKP petugas harus mempertimbangkan langkah-langkah yang diperlukan mulai dari menyimpan dan mengembangkan bukti yang ada, serta merekonstruksi sebuah adegan dan mengidentifikasi pelaku kriminal.

Dalam sebuah penyelidikan tempat kejadian sebelum dimulai, unit CSI biasanya menerima telepon dari petugas polisi setempat atau masyarakat yang berada di tempat kejadian.

Pada saat petugas CSI tiba di tempat kejadian yang harus dipastikan adalah aman.

Kemudian melakukan jalan setapak mulai dari awal masuk untuk mendapatkan suasana atau situasi dari keseluruhan TKP.

"Petugas perlu mencari tahu apakah ada yang memindahkan sesuatu sebelum petugas tiba, dan menghasilkan teori awal berdasarkan pemeriksaan visual," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Destriadi Yunas Jumasani
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved