Sutarmidji Sebut Sering Terjadi Macet Antri BBM Akibat Harga Subsidi dan Harga Industri Terlalu Jauh

Midji berharap Hiswana Migas dan Pertamina bisa menjaring pasok distribusi Migas yang harus dijaga agar tetap lancar .

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto bersama Gubernur Kalbar, H Sutarmidji saat Musyawarah Cabang (Muscab) tahun 2019 Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kota Pontianak di Hotel Golden Tulip, Kamis (5/12/2019). 

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutatmidji membuka kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) ke IX Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kota Pontianak tahun 2019
di Hotel Golden Tulip, Kamis (5/12/2019).

Midji berharap Hiswana Migas dan Pertamina bisa menjaring pasok distribusi Migas yang harus dijaga agar tetap lancar .

Apabila ada kendala- kendala dilapangan harus tetap berkordinasi antara Hiswana Migas dan Pertamina. Kalau itu menyangkut hal penting dan perlu bantuan tangan pemerintah daerah untuk disampaikan saja.

Ia meminta pada pihak Pertamina dan Hiswana Migas Pontianak untuk berperan menjaga kelancaran pasokan selain BBM juga gas LPG.

"Kemudian kita juga berharap data kebutuhan harus jelas . Sekarang kalau ada antri minyak itu buat jalan macet lebih banyak. Hal itu diakibat disparitas harga yakni selisih harga industri dan subsisi terlalu jauh lebih dari Rp 5 ribu ," jelasnya.

Hiswana Migas Pontianak Gelar Muscab dan Pemilihan Ketua dan Pengurus Periode 2019/2023

Sehingga orang bisa berspekulasi . Jika mengantri untuk dapat BBM misalnya 100 liter dapat disedot dan di antri lagi itu yang terjadi. Sehingga selisih harga industri dan non industri yang subsidi tak boleh jauh paling besar cukup Rp 1.500 rupiah saja.

"Masyarakat yang membutuhkan BBM yang benar - benar untuk usaha itu yang terganggu misalnya solar. Akhirnya di beli di pinggir jalan hampir sama juga dengan di industri ," ujarnya.

Ia mengatakan kalau sulit dapatkan subsidi lebih baik dinaikan saja harga subsidi dan turunkan harga industri. Jadi dia tetap lancar kan masyarakat tetap di untungkan.

"Jangan takutlah BBM turun naik biasa dan ribut itu biasa. Yang penting barang ada dari pada ngantri barang tidak ada. Jadi harga industri dengan subsidi terlalu jauh itu yang harus di jaga," pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved