Kecelakaan Trans Kalimantan

Polisi Gunakan Alat Canggih Bongkar Penyebab Kecelakaan di Jalan Tans Kalimantan

Dilansir dari Tribunnews.com, Senin (2/9/2019) Traffic Accident Analysys (TAA) adalah proses rekonstruksi terjadinya kasus kecelakaan.

Polisi Gunakan Alat Canggih Bongkar Penyebab Kecelakaan di Jalan Tans Kalimantan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Kolase/sid
Dua Kecelakaan hebat di Jalan Trans Kalimantan Kabupaten Kubu Raya, Kamis (5/12/2019) 

KUBU RAYA - Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Kubu Raya, Iptu Fauzan mengatakan saat ini Satlantas Polres Kubu Raya dibantu jajaran Polda Kalbar sedang melakukan Traffic Accident Analysis (TAA) guna mengetahui penyebab dari kecelakaan yang terjadi di kilometer 72 Desa Munggu Jering, Sungai Ambawang, Kamis (5/12/2019).

"Kita melakukan TAA berkaitan dengan penyebab kecelakaan. Jadi kita akan melihat posisi apakah saat kejadian kecelakaan dilakukan pengereman ataupun human error dan akan kita analisa penyebab lainnya dari kecelakaan tersebut," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Jumat (6/12/2019).

Dilansir dari Tribunnews.com, Senin (2/9/2019) Traffic Accident Analysys (TAA) adalah proses rekonstruksi terjadinya kasus kecelakaan.

TAA dilakukan bertujuan untuk memperoleh informasi berupa kronologi, pola kejadian, informasi teknis, kondisi infrastruktur, kondisi pelaku kecelakaan baik secara fisik atau mental.

Kecelakaan Truk Vs Bus, Polisi Lakukan Penyelidikan dan Ungkap Kondisi Sopir dari Dua Kendaraan

TAA diperlukan untuk tujuan memperoleh kebenaran informasi tentang sebab sebab terjadinya kecelakaan.

Dalam berbagai situasi kecelakaan, metode tersebut seringkali digunakan oleh jajaran kepolisian dengan menggunakan alat yang canggih.

Dalam pelaksanaan TAA, penggunaan teknology yang tepat dan modern sangat membantu dalam penggalian informasi sehingga diperoleh informasi yang benar-benar akurat.

Microsleep

Kecelakaan lalu lintas dapat menimpa siapa saja. Terkadang, kita tidak pernah tahu, kapan musibah datang menghampiri.

Sehingga diperlukan kewaspadaan dan upaya mencegah terjadinya kecelakaan.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Kubu Raya, Iptu Fauzan mengatakan mikrosleep adalah kondisi dalam keadaan tidak sadar atau tertidur dialami oleh pengemudi saat berkendara dan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

"Kondisi letih saat berkendara, ini biasanya terjadi. Karena dalam kondisi sadar saja, kita terkadang kurang fokus, apalagi saat tertidur, sangat berbahaya," ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Jumat (6/12/2019).

Ia pun menghimbau agar pengemudi agar dapat beristirahat sejenak dan tidak memaksakan diri, jika kondisi tubuh sudah lelah dan kurang baik saat dalan perjalanan.

"Jangan terlalu dipaksa, karena maskimal kita berkendara itu 2 sampai 3 jam. Lebih dari jam tersebut, disarankan melakukan istirahat, seperti singgah ke tempat makan, tempat ibadan dan sebagianya," tutupnya.

Penulis: Septi Dwisabrina
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved