Mahasiswa Fasya IAIN Pontianak Raih Juara 3 Lomba Penyuluhan Hukum Kejaksaan Negeri Pontianak

Ia menerangkan, Fakultas Syariah mengutus tiga peserta dari kalangan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Mahasiswa Fasya IAIN Pontianak Raih Juara 3 Lomba Penyuluhan Hukum Kejaksaan Negeri Pontianak
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/IAIN Pontianak
Foto bersama pelaksanaan kegiatan lomba Penyuluhan Hukum Kejaksaan Negeri Pontianak. 

PONTIANAK - Wakil Dekan 1, Bidang Akademik Fakultas Syariah (Fasya) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Rasiam MA mengatakan mahasiswa Fakultas Syariah baru saja mendapatkan juara 3 lomba penyuluhan hukum di Kejaksaan Negeri Pontianak.

"Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Pontianak raih juara 3 pada ajang lomba penyuluhan hukum yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Negeri Pontianak pada hari Kamis kemarin," ujarnya, Jum'at (6/12/2019).

Ia menerangkan, Fakultas Syariah mengutus tiga peserta dari kalangan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Mereka adalah, Muhammad Adib Alfarisi, Sofian Lubis dan Jayak Andri.

"Ketiga mahasiswa ini merupakan anggota club debat fakultas Syariah IAIN Pontianak yang dibentuk pada tahun 2019 ini. Club ini sebagai laboratorium bagi mahasiswa hukum d lingkungan Fasya," ungkapnya.

Mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam IAIN Pontianak Lakukan Study Tour Ke Dompet Umat

Ia menuturkan, kegiatan yang di ikuti Mahasiswa IAIN Pontianak itu adalah dalam rangka hari Anti Korupsi Internasional.

"Acara ini dalam rangka memperingati hari Anti Korupsi Internasional. Sebagai salah satu wujud untuk mengupayakan sosialisasi kepada masyarakat betapa pentingnya mengatasi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme di Indonesia," tuturnya.

Dengan strategi solusi yang di hasilkan oleh kegiatan ini adalah berupa perlombaan. Yang diikuti oleh 9 Perguruan Tinggi Negeri Se-Kalbar.

Rasiam menjelaskan, pada kegiatan tersebut juga di ikuti Mahasiswa dari kampus, Kabupaten Sintang.

"Tujuannya adalah untuk memberikan solusi dan masukan kepada kejaksaan negeri untuk bisa membantu KPK dalam mengatasi korupsi tersebut," katanya.

"Kemudian dalam lembaga kejaksaan negeri Pontianak ini mempunyai posisi sentral dalam hal melihat situasi yang ada terutama pencegahan terhadap terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)," tutupnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved