Harga Pangan Turun, November Kalbar Alami Deflasi

Deflasi VF terutama didorong oleh penurunan harga komoditas seperti cabai rawit, ikan tongkol, kacang panjang, ikan kembung, serta ketimun.

Harga Pangan Turun, November Kalbar Alami Deflasi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MASKARTINI
Penjual sedang menimbang beras beberapa waktu lalu. 

PONTIANAK - Tekanan harga di Kalbar pada November 2019 menurun. Pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalbar pada November 2019 mencatatkan deflasi sebesar 0,13% (mm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi  sebesar 0,04% (mtm).

Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, R Yusuf Rigin, menjelaskan deflasi tersebut utamanya disumbangkan oleh deflasi pada kelompok volatile food (VF) sebesar 0,16%.

Rawan Tersambar Petir, PLN Pasang Down Conductor pada SUTT 150 kV

Saldo Nasabah BRI Korban Skimming di Pontianak Terkuras, OJK Beri Tips Aman Simpan Uang di Bank

Satgas Waspada Investasi Temukan Lagi 125 Fintech Ilegal

Namun demikian secara tahunan, perkembangan IHK November 2019 mencatatkan inflasi sebesar 3,20% (yoy), turun dan inflasi bulan Oktober 2019 sebesar 3,50% (yoy).

“Kelompok VF mencatatkan deflasi seiring dengan penurunan harga beberapa komoditas bahan makanan,” jelasnya.

Kelompok VF pada November 2019 mencatat deflasi 0,73% (mtm). Jauh Iebih dalam dibandingkan dengan deflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,02% (mtm).

Deflasi VF terutama didorong oleh penurunan harga komoditas seperti cabai rawit, ikan tongkol, kacang panjang, ikan kembung, serta ketimun.

“Deflasi lebih dalam pada kelompok VF tertahan oleh komoditas jeruk, daging ayam ras, bawang merah, bayam serta jagung manis yang masih mengalami kenaikan  harga secara tahunan. Inflasi kelompok VF tercatat 3,89% (yoy), Iebih rendah dibandingkan dengan bulan Oktober 2019 sebesar 4,52% (yoy)," paparnya.

Kelompok administered prices (AP) juga mencatatkan deflasi. meskipun tidak sedalam kelompok VF.

Kelompok AP pada November 2019 mencatat deflasi sebesar 0,41% (mtm), Iebih dalam dari deflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,27% (mtm).

Deflasi kelompok AP masih disebabkan oleh koreksi transportasi angkutan udara dan rendahnya permintaan akibat low season.

Secara tahunan, perkembangan inflasi kelompok AP tercatat 2,41% (yoy) pada November 2019 atau lebih rendah dibandingkan dengan bulan Oktober 2019 sebesar 3,47% (yoy).

Sementara itu, inflasi kelompok inti (core inflation) dapat terjaga relatif stabil  dibandingkan dengan bulan lalu. Inflasi inti pada November 2019 tercatat sebesar 0,18% (mtm), sama seperti Oktober 2019.

Secara tahunan, inflasi inti pada November 2019 tercatat 3,29% (yoy), menurun tipis dibandingkan dengan Oktober 2019 sebesar 3,30% (yoy). Inflasi pada kelompok inti masih dipengaruhi oleh kenaikan harga sotong, sebagaimana bulan lalu.

Menjelang akhlr tahun, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat tetap konsisten dalam mendorong upaya-upaya untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah daerah, guna memastikan  inflasi tetap rendah dan stabil.

"Inflasi Kalbar 2019 dipekirakan akan berada di bawah titik tengah rentang sasarannya 3,5 plus minus 1% dan terjaga dalam kisaran sasaran 3,0% plus minus 1% pada 2020," sampainya.

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved