Dewan Minta Pemda Ketapang Cek Aktivitas Pengerukan Pasir di Kendawangan

Untuk itu dirinya meminta Bupati untuk memerintahkan dinas terkait agar dapat turun kelapangan guna mengecek kondisi di lapangan.

Dewan Minta Pemda Ketapang Cek Aktivitas Pengerukan Pasir di Kendawangan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Penambangan Pasir di bibir Pantai Dusun Sungai Gayam, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan yang dilakukan oleh CV. Kendawangan Quarindo Perkasa (KQP). 

KETAPANG - Anggota DPRD Ketapang, Abdul Sani menyayangkan sikap perusahaan CV Ketapang Quarindo Perkasa (KQP), yang seolah-olah melakukan pengerukan dibibir pantai atas dasar untuk kepentingan masyarakat.

“Jadi jangan menjual nama masyarakat padahal perusahaan meraup keuntungan, terbukti pasir hasil pengerukan dijual keluar,” kata Abdul Sani, Kamis (05/12/2019).

Menurut Sani, perusahaan jangan semaunya mengekploitasi alam untuk kepentingan pribadinya sehingga berdampak pada kerusakan lingkungan, apalagi lokasi pengerukan dekat dengan pantai.

Untuk itu dirinya meminta Bupati untuk memerintahkan dinas terkait agar dapat turun kelapangan guna mengecek kondisi di lapangan.

Pemilik CV KQP Enggan Berkomentar Terkait Rencana Pemanggilannya Oleh Polres Ketapang

“Karena saya rasa tidak mungkin ada izin dilokasi dekat pantai, kalaupun ada silahkan ditinjau dan jika memang tidak ada maka harus ada sanksi tegas supaya marwah pemerintah tidak dilecehkan oleh pelaku usaha yang nakal,” tegasnya.

Terkait, perusahaan CV KQP yang didalamnya terdapat keterlibatan Kepala Cabang Bank BNI yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Maka dirinya mempertanyakan kepada pihak Bank BNI Provinsi Kalbar maupun pusat apakah diperbolehkan pejabat di BUMN tersebut untuk rangkap jabatan.

Kalaupun diperbolehkan dirinya meminta untuk dilakukan pemanggilan terhadap Kacab BNI Ketapang yang diniali dapat merusak citra dari BNI selaku BUMN.

“Karena orang taunya beliau Kacab BNI, terus perusahaan yang bersangkutan melakukan pengerukan dibibir pantai yang dinilai melanggar aturan maka sedikit banyak berdampak pada jabatan yang melekat padanya."

"Pejabat tinggi BNI harus ambil sikap, tanyakan apakah Kacab BNI Ketapang mau fokus berkarir di BUMN atau mau berusaha,” pungkasnya.

Halaman
12
Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved