Pemilik CV KQP Enggan Berkomentar Terkait Rencana Pemanggilannya Oleh Polres Ketapang

Budi justru meminta awak media untuk menghubungi bawahannya yang bernama Mclean.

Pemilik CV KQP Enggan Berkomentar Terkait Rencana Pemanggilannya Oleh Polres Ketapang
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Penambangan Pasir di bibir Pantai Dusun Sungai Gayam, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan yang dilakukan oleh CV. Kendawangan Quarindo Perkasa (KQP). 

KETAPANG - Pemilik CV. Kendawangan Quarindo Perkasa (KQP), T. Budi Santoso, enggan memberikan tanggapan terkait rencana pemanggilan dirinya oleh pihak Polres Ketapang.

Budi justru meminta awak media untuk menghubungi bawahannya yang bernama Mclean.

"Silakan dihubungi Pak Mclean," singkatnya saat dihubungi melalui pesan Whats App, Rabu (04/12/2019).

Sebelumnya, pada Senin (02/12/2019), Muspika Kendawangan telah menghentikan penambangan pasir di bibir pantai di Dusun Sungai Gayam, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan.

Unit Reskrim Polsek Mandor Periksakan Kandungan Emas Pertambangan Ilegal

Camat Kendawangan, Rahmad Rohendi, mengatakan ada tiga poin dalam pertemuan unsur Muspika yang juga dihadiri PJ Kades Mekar Utama, Hartono.

Pertama, meniadakan rencana budidaya ikan air asin karena tidak memenuhi syarat teknis di lokasi penambangan pasir.

Kedua, memberhentikan kegiatan aktivitas eksplorasi galian C yaitu, pengerukan pasir pantai.

Dan yang ketiga, meminta kepada perusahaan CV. KQP untuk segera mereklamasi lokasi bekas tambang pasir seperti keadaan semula.

Sementara itu, Kapolsek Kendawangan, AKP First Orlando Siagian, membenarkan adanya pertemuan antar Muspika terkait penambangan pasir pantai di Sungai Gayam yang menghasilkan tiga poin kesepakatan tersebut.

Dikatakannya, jika tiga poin kesepakatan tersebut diabaikan oleh CV. KQP, pihaknya akan tegas menindak sesuai aturan hukum yang berlaku.

Halaman
12
Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved