61 Persen Lebih Perkawinan di Kapuas Hulu Belum Tercatat

"Dimana setiap perkawinan wajib dicatat sesuai dengan undang-undang yang berlaku," ujarnya.

61 Persen Lebih Perkawinan di Kapuas Hulu Belum Tercatat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kapuas Hulu Usmandi saat memberikan katasambutan dalam acara sidang isbat nikah dan Pencatatan Perkawinan, di MABM Kapuas Hulu, Rabu (4/12/2019). 

KAPUAS HULU - Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, bersama Pengadilan Agama Putussibau dan Kementerian Agama Kapuas Hulu mengelar sidang isbat nikah dan pencatatan perkawinan, di MABM Kapuas Hulu, Rabu (4/12/2019).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kapuas Hulu Usmandi menyatakan, pencatatan perkawinan merupakan amanat dari dalam perundang-undangan.

"Dimana setiap perkawinan wajib dicatat sesuai dengan undang-undang yang berlaku," ujarnya.

Usmandi menjelaskan, di semester 1 tahun 2019, jumlah masyarakat Muslim Kapuas Hulu yang sudah melakukan perkawinan sebanyak 79.781 orang.

"Sudah tercatat nikahnya ada 33.290 orang. Artinya ada 46.491 orang belum tercatat nikahnya," ucapnya.

Masyarakat Kristen yang sudah menikah ada 10.941 orang, dan tercatat perkawinannya sebanyak 3. 771 orang.

Sedangkan yang belum tercatat yaitu 7.170 orang. Kemudian, masyarakat Katolik yang menikah sebanyak 39. 912 orang, sudah tercatat nikahnya 12. 953 orang, dan tidak tercatat ada 26. 959 orang.

"Kalau agama Hindu yang sudah kawin ada 13 orang, tercatat 2 orang, tidak tercatat 13 orang. Sedangkan masyarakat dari agama Budha yang sudah menikah di Kapuas Hulu sebanyak 129 orang, tercatat nikahnya 43 orang, dan tidak tercatat 86 orang. Untuk agama Konghucu nikah 181 orang, tercatat 69 orang dan tidak tercatat 112 orang," ujarnya.

Usmandi menuturkan, sebanyak 61, 73 persen perkawinan di Kapuas Hulu belum tercatat. Oleh karena itu Pemda Kapuas Hulu bersama pihak-pihak terkait melaksanakan sidang isbat nikah dan pencatatan perkawinan di dua kecamatan Putussibau Selatan dan Putussibau Utara.

"Jadi tujuan dari kegiatan ini adalah, yaitu Tujuan mempercepat proses status perkawinan, perubahan status anak, dan terbangunya date base kependudukan yang akurat, guna menuju Kapuas Hulu satu data," ucapnya.

Sedangkan jumlah peserta muslim yang ikut Isbat Nikah dan Pencatatan Perkawinan dua Kecamatan Putussibau Selatan 20 pasangan, Putussibau Utara 17 pasangan. Dengan jumlah 37 pasangan. "Untuk agama Katolik ada 55 pasangan dan Kristen 8 pasangan, dengan jumlah 100 pasangan," ungkapnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved