Advetorial

Dishub Kalbar Gelar Rakor FFLAJ 2019, Fokus Masalah Yang Jadi Prioritas Dukung Program Desa Mandiri

"Semoga melalui Forum ini mampu mewujudkan penurunan angka kecelakaan lalu lintas," harapnya.

Dishub Kalbar Gelar Rakor FFLAJ 2019, Fokus Masalah Yang Jadi Prioritas Dukung Program Desa Mandiri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto bersama Sekretaris Daerah Kalbar, A.L. Leysandri, usai membuka FFLAJ Provinsi Kalbar 2019 yang diselenggarakan di Hotel Kapuas Palace Pontianak , Senin (2/12/2019). 

PONTIANAK - Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat menggelar Rapat Kordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FFLAJ) Provinsi Kalbar 2019 dengan tema " Membangun sinergitas dan memperkuat kordinasi dalam mengatasi permasalahan lalu lintas dan angkutan jalan guna mewujudkan Kamseltibcarlantas".

Acara ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kalbar, A.L. Leysandri,
yang diselenggarakan di Hotel Kapuas Palace Pontianak , Senin (2/12/2019).

Dalam sambutannya ia mengatakan srjauh ini di Kalbsr masih rendah kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Padahal Keselamatan lalu lintas di jalan sangat perlu di utamakan .

"Semoga melalui Forum ini mampu mewujudkan penurunan angka kecelakaan lalu lintas," harapnya.

Pada Rakor ini juga mengundang Dishub dari tiap Kabupaten Kota Se-Kalbar.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat , Manto mengatakan Rakor ini merupakan kegiatan rutin dengan tujuan untuk melakukan sinkronisasi untuk semua pelaku, semua stake holder yang tugas dan fungsinya adalah untuk meningkatkan kelancaran dan ketertiban dalam keamanan berlalu lintas.

Pekan Depan Jembatan Landak Baru akan Mulai Dioperasikan, Dishub Lakukan Pengaturan Lalin 

Beberapa pihak yang mempunyai wewenang seperti di tingkat provinsi, kabupaten , ada juga di laut dan darat.
Termasuk stake holder yang membangun jalan dan memperbaiki jalan rusak.

"Hari ini kita duduk satu meja disini. Untuk membahasa masalah lalu lintas angkutan jalan .

Ada dua hal yang jadi fokus saat ini yakni persoalan konektivitas antar satu daerah dengan daerah lain dan menjadi prioritas utama untuk mendukung program Desa Mandiri di Kalbar.

"Tanpa adanya konektivitas ini maka indikator desa mandiri akan berkurang nantinya. Oleh karena itu kami berupaya dibeberapa titik untuk mengconnect nya dengan trayek ," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved