Perempuan Kubu Raya Berharap Pemerintah Keluarkan Regulasi Tekan Kekerasan

Tetapi harus diperhatikan bersama, saat kekerasan itu terjadi, kita harus mengambil peran nyata

Perempuan Kubu Raya Berharap Pemerintah Keluarkan Regulasi Tekan Kekerasan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SEPTI DWISABRINA
Kaum perempuan Kubu Raya hadir dalam forum terbuka bergerak menuju zero kekerasan terhadap perempuan dan anak, Sabtu (30/11/2019). 

KUBU RAYA - Perempuan-perempuan di Kabupaten Kubu Raya menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Bupati Kubu Raya daoat mengeluarkan regulasi guna menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Satu di antara perwakilan perempuan, Martha mengatakan sebagai seorang lansia, ia mengaku sangat miris masih maraknya kekerasan terhadap wanita dan anak.

"Kami berharap bupati, dapat mengeluarkan suatu kebijakan agar perempuan-perempuan dapat merasakan damai, merasa tenang dan jauh dari bahaya kekerasan," ujarnya, Sabtu (30/11/2019).

Dinas Perkimta Akui Papan Reklame Milik Pemkot Singkawang, Janji Beri Perhatian Pada Korban

Selain itu, seorang pelajar dari SMA di Sungai Raya, Niken mengatakan kekerasan masih dialami oleh perempuan dan anak.

Sebagai perwakilan dari generasi muda, ia merasa perlunya upaya nyata dari pemerintah mengatasi persoalan kekerasan tersebut.

"Kami merasa resah dan takut akan bahaya kekerasan. Sehingga kami kaum pelajar berharap adanya pembentukan satgas atau lembaga perlindungan wanita dan anak di desa," ujarnya.

Menurutnya, jika ada lembaga di desa yang berfungsu sebagai wadah perlindungan. Korban atau pihak yang ingin menyampaikan informasi terkait kekerasan, dapat dengan mudah memonitor dan mengawasi.

Cegah Kekerasan

Direktur Pusat Pengembangan Sumber dlDaya Wanita (PPSW) Kalimantan Barat, Reni Hizaji membeberkan alasan pentingnya dilakukan forum terbuka membahas kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui desa di Kubu Raya bergerak hingga zero kekerasan.

"Kekerasan ini, sudah tidak melihat batas lagi, tidak ada teritorial khusus sebetulnya. Tetapi harus diperhatikan bersama, saat kekerasan itu terjadi, kita harus mengambil peran nyata," ujarnya, Sabtu (30/11/2019).

Dinas Perkimta Akui Papan Reklame Milik Pemkot Singkawang, Janji Beri Perhatian Pada Korban

Halaman
12
Penulis: Septi Dwisabrina
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved