Askab PSSI Kabupaten Sambas, Gelar Pelatihan Pelatih Lisensi D

"Salah satu pondasi untuk membangun sepakbola Sambas adalah dengan harus adanya pelatih yang berkualitas," tuturnya.

Askab PSSI Kabupaten Sambas, Gelar Pelatihan Pelatih Lisensi D
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Coach Zainal Abidin (Nomor dua dari kiri) dan ketua Askab PSSI Kabupaten Sambas H Eko Suprihatino (baju putih), saat makan malam bersama dan membicarakan kegiatan pelatihan pelatih yang akan di laksanakan, mulai hari ini, Minggu (30/11/2019) malam. 

SAMBAS - Ketua Askab PSSI Kabupaten Sambas, H Eko Suprihatino mengatakan jika PSSI Kabupaten Sambas mulai hari ini melaksanakan kegiatan pelatihan untuk mengambil lisensi D kepelatihan.

Eko menuturkan, untuk mensukseskan kegiatan tersebut pihaknya mendatangkan instruktur pelatih dari PSSI Pusat, untuk memberikan pendidikan kepelatihan kepada para calon pelatih di Kabupaten Sambas.

"Alhamdulillah, kita kedatangan instruktur pelatih dari PSSI Pusat. Dan ini merupakan sejarah bagi kita, karena baru pertama kali melaksanakan kegiatan pendidikan pelatihan," ujarnya, Minggu (1/12/2019).

Ia menjelaskan, itu juga merupakan program dari Askab PSSI Kabupaten Sambas. Dengan harapan bisa membangun Sepakbola di Kabupaten Sambas.

"Salah satu pondasi untuk membangun sepakbola Sambas adalah dengan harus adanya pelatih yang berkualitas," tuturnya.

Dinas SP3APMD Gelar Pelatihan Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak

Eko yang juga anggota DPRD Kabupaten Sambas itu menambahkan, saat ini Sambas dengan tim kebanggaannya Gabsis Sambas telah berhasil menjuarai dua dari tiga event tingkat Provinsi.

"Kita juara di turnamen kelompok usia 15, 17 dan sayangnya di Liga 3 Provinsi, kita hanya menjadi Runner up," jelasnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada PSSI Pusat dan tim kepelatihan yang telah hadir di Kabupaten Sambas, untuk memberikan pelatihan kepada pelatih-pelatih di Kabupaten Sambas dan sekitarnya.

"Saya juga sampaikan terima kasih kepada coach Zainal Abidin yang telah hadir dan mohon bimbingannya," katanya.

"Karena dari 30 orang peserta, separuhnya adalah pelatih lokal Sambas dan separuhnya lagi adalah pelatih-pelatih dari Kabupaten-kota di Kalbar lainnya," sambung Eko.

Kegiatan itu di ikuti oleh 30 orang pelatih, yang sebagian besarnya berasal dari Kabupaten Sambas.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, jika saat ini turnamen di Sambas bisa mencapai 50 turnamen setiap tahun. Hanya saja kata Eko, itu baru sebatas turnamen antar kampung atau Tarkam.

Dan untuk kepelatihan, klub-klub bola di Sambas hanya mengandalkan pemain senior ataupun pelatih yang belajar kepelatihan dari media seperti YouTube.

"Dengan adanya ini kita harapkan kemampuan pelatih-pelatih di Sambas meningkatkan. Dan kami juga mengapresiasi karena ada satu desa yang menganggarkan menggunakan ADD (Dana Desa-Red) untuk membiayai pelatih mengikuti program ini," tutupnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved