Advetorial

Bayar Iuran JKN-KIS Jadi Prioritas Utama Keluarga Dahlia

Sejak Januari 2014 pemerintah memberikan Jaminan Kesehatan untuk masyarakat Indonesia melalui Program JKN-KIS.

Bayar Iuran JKN-KIS Jadi Prioritas Utama Keluarga Dahlia
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/bpsj kesehatan
Peserta mandiri kelas III Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) JKN-KIS, Dahlia. 

PONTIANAK - Program Jaminan Kesehatan Nasional saat ini sudah akan memasuki tahun ke-6.

Sejak Januari 2014 pemerintah memberikan Jaminan Kesehatan untuk masyarakat Indonesia melalui Program JKN-KIS.

Ada jutaan masyarakat yang dulunya kurang peduli terkait permasalahan kesehatan, kini mereka memiliki akses yang sangat mudah untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Salah satu diantaranya adalah Dahlia (45), ia mendaftar Program JKN-KIS sejak tahun 2016 segmen peserta mandiri kelas III Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Selama kurang lebih 3 tahun menjadi peserta JKN-KIS dahlia selalu mengupayakan iuran JKN-KIS sebagai prioritas utama dalam keluarganya.

“Saya telah merasakan bagaimana penyakit dapat datang dengan tidak kita duga. Ini terjadi pada suami saya, Alhamdullilah saat suami di diagnosa oleh dokter mengidap penyakt Kanker tahun 2018 saya telah menjadi peserta JKN-KIS. Waktu itu kami menjalani pengobatan kemotherapy yang sudah pasti menghabiskan biaya ratusan juta rupiah. Saya tidak akan melupakan ini semua, sampai saat ini meskipun hanya di kelas 3 saya memprioritaskan iuran JKN-KIS sebagai pembayaran utama,” tutur Dahlia.

Bagi Dahlia, iuran JKN-KIS saat ini sangat murah dibanding asuransi lainnya. Ketika tim Jamkesnews menanyakan pendapatnya terkait penyesuaian iuran, Dahlia mengatakan dirinya tak berkeberatan terhadap penyesuaian iuran karena manfaat yang diterima jauh lebih besar dari jumlah iuran tersebut.

“Alhamdullilah jika kita selalu diberikan kesehatan. Namun kita harus selalu ingat sakit dapat datang kapan saja. Asuransi Kesehatan sangat bermanfaat bagi saya. Terus terang saya dengan jumlah anggota keluarga 5 orang saat ini hanya mampu mendaftar di kelas III. Tapi bagi saya tidak masalah karena pelayanan kesehatan terutama pengobatan suami tidak ada bedanya dengan kelas lainnya. Semua ditanggung oleh program JKN-KIS,” tutur Dahlia.

Penyesuaian iuran yang telah ditetapkan pemerintah melalui peraturan presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang perubahan Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan tentu akan diiringi dengan peningkatan pelayanan kesehatan program JKN-KIS.

BPJS Kesehatan akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN-KIS semua pihak punya andil besar untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Ini adalah tugas besar yang harus dijalankan bersama oleh semua pihak mulai dari kementerian/lembaga, khususnya kementerian kesehatan, BPJS Kesehatan, Pemerintah Daerah, manajemen fasilitas kesehatan serta tenaga kesehatan didalamnya.

Begitu juga dengan peserta JKN-KIS jangan lupa untuk selalu membayar iuran tepat waktu, untuk mempermudah daftarkan pembayaran secara autodebet pada bank yang anda miliki. Sehingga tidak khawatir lupa membayar yang dapat membuat pelayanan kesehatan terhambat. (*).

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved