Kunjungan Kemitraan ke BBPOM Kalbar, H Alifudin Juga Tanyakan Soal Kratom

Dalam pertemuannya H. Alifudin menyampaikan hasil rapat Komisi IX DPR RI yang dilakukan pada 7 November yang lalu di Jakarta.

Kunjungan Kemitraan ke BBPOM Kalbar, H Alifudin Juga Tanyakan Soal Kratom
TRIBUNPONTIANAK/RIDHO PANJI PRADANA
Satu diantara anggota DPR RI, dapil Kalbar, H Alifudin, mengadakan kunjungan ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Kalimantan Barat (BBPOM Kalbar) yang bertempat di sekitar RSU Soedarso, di jalan Dr Soedarso, Sungai Raya Dalam, Pontianak, Jumat (29/11/2019). 

PONTIANAK - Satu diantara anggota DPR RI, dapil Kalbar, H Alifudin, mengadakan kunjungan ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Kalimantan Barat (BB POM Kalbar) yang bertempat di sekitar RSU Soedarso, di jalan Dr Soedarso, Sungai Raya Dalam, Pontianak, Jumat (29/11/2019).

Kunjungan yang dilakukan dalam rangka menjalin mitra wakil rakyat dan kerjasama dalam hal KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) yang kemudian akan menjadi bahan pertimbangan pembuatan peraturan atau perundangan di Komisi IX DPR RI.

Kunjungan dimulai dengan saling perkenalan antar lembaga, H. Alifudin bersama stafnya disambut langsung oleh Kepala BBPOM, Dra. Susan Gracia Arpan, Apt, M.Si dan tim kerja di ruangan penerimaan tamu.

Pertemuan berlangsung dengan suasana santai dan sangat cair.

BBPOM Pontianak Gelar Capacity Building, Susan Gracia Arpan Ajak Ciptakan SDM Unggul

Dalam pertemuannya H. Alifudin menyampaikan hasil rapat Komisi IX DPR RI yang dilakukan pada 7 November yang lalu di Jakarta.

Ada beberapa poin yang kemudian ditanyakan terkait kinerja BBPOM Kalbar dalam hal pengawasan peredaran obat dan makanan yang masih menjadi isu hangat di masyarakat.

Di antaranya adalah adanya praktek oplosan herbal (jamu) yang dicampur dengan bahan-bahan kimia, masuknya obat-obatan dari perbatasan Kalbar dengan Malaysia, serta pro kontra tanaman kratom di Kapuas Hulu.

"Dalam Rapat dengar pendapat kemarin ada beberapa hal yang kami sampaikan, cuma jawabannya saya kurang puas, terkait peredaran obat, baik obat dari luar negeri hingga ibat kuat, karena dampaknya bisa berbahaya, nah mumpung ketemu langsung dengan ibu jadi saya bisa bertanya langsung", ujarnya.

H. Alifudin juga menekankan pentingnya pengobatan preventif dibandingkan dengan kuratif untuk masyarakat, satu diantaranya melalui edukasi.

Ia juga sempat menanyakan masalah Kratom, yang belakangan ini membuat warga, khususnya dari daerah Kapuas Hulu kebingungan terkait boleh tidaknya Kratom.

Halaman
123
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved