Nasib 40 Ribu Guru Honorer di Kalbar Jauh dari Kata Sejahtera, Masyarakat Bantu Sumbang Beras

Ia berharap guru-guru seperti Diana didata kembali dan diberikan perhatian yang setinggi-tingginya.

Nasib 40 Ribu Guru Honorer di Kalbar Jauh dari Kata Sejahtera, Masyarakat Bantu Sumbang Beras
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Diana
MENGAJAR: Diana Normiati, guru honorer sekolah di SDN 18 Lubuk Kedang, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, sedang mengajar siswa siwi di sekolah. Diana merupakan guru honorer yang bertahan dengan gaji Rp 160 ribu perbulan. Sejak tahun 2007, Diana sudah mengabdi sebagai guru honorer. 

PONTIANAK - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalbar Prof Dr H Samion H AR MPd menyebut, kondisi insentif guru honorer di Kalbar sangat memprihatinkan.

Ia juga mengatakan, para guru honorer tersebut perlu perhatian serius dari pemerintah daerah.

Samion ikut prihatin atas kondisi kesejahteraan Diana Normiati, guru honorer di SDN 18 Lubuk Kedang, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang yang hanya menerima honor Rp 160 ribu setiap bulannya.

“Kita berharap hal ini mendapatkan perhatian dari pemerintah. Kalau gaji hanya Rp 160 ribu, mohon maaf ini artinya penghargaan terhadap guru sangat memprihatinkan. Dengan pengabdian 12 tahun dan gaji hanya Rp 160 ribu, saya tidak tahu apa yang menjadi penyebabnya,” ujar Ketua PGRI Kalbar itu kepada Tribun, Selasa (26/11).

Ia tak tahu apakah kondisi ini tak disampaikan sekolah kepada Dinas Pendidikan.

Ia berharap guru-guru seperti Diana didata kembali dan diberikan perhatian yang setinggi-tingginya.

Kisah Guru Honor Belasan Tahun Mengabdi di Perbatasan Kalbar, Terima Gaji Rp 160 Ribu Perbulan

Samion menyatakan, saat ini jumlah guru honor didata PGRI mencapai 40 ribu orang.

Sementara itu, jumlah guru honorer yang terdata di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalbar mencapai 60 ribu orang.

“Artinya guru negeri dan honor hampir 80 ribu. Berarti hampir kurang lebih 20 sampai 30 ribu guru non-PNS di Kalbar. Tidak semua guru masuk PGRI. Yang masuk database PGRI hanya 40 ribuan, tapi di LPMP yang notabane sudah mempunyai NUPTK itu ada negeri dan yayasan tercatat mereka yang punya hak tunjangan profesi guru kurang lebih 59 ribu,” jelasnya.

Sedangkan kalau untuk data guru swasta, negeri, dan kontrak, kurang lebih 79 ribu.

Halaman
1234
Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved