Literasi Keuangan Masyarakat 36%, Wajar Masih Banyak Terjerumus Investasi Bodong

Lewat forum edukasi wartawan ini, Riezky berharap dukungan media untuk menyebar luaskan ini agar bisa memberikan pemahaman pula

Literasi Keuangan Masyarakat 36%, Wajar Masih Banyak Terjerumus Investasi Bodong
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kegiatan edukasi wartawan tentang fintech yang digelar OJK Kalbar di Hotel Mercure, Pontianak, Kalbar, Rabu (27/11/2019). Baru-baru ini OJK memasukan satu investasi crypto currency sebagai investasi ilegal yang beroperasi di Kalbar. 

PONTIANAK – Saat ini literasi keuangan di Kalbar berada di angka 36 persen. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, M Riezky F Purnomo, mengatkan dengan angka tersebut bisa didefinisikan bahwa dari 10 orang yang tahu atau memiliki pengetahuan tentang produk keuangan hanya 3-4 orang saja.

Literasi keuangan merupakan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan.

Gapoktan Tuai Manfaat Pasca Dibantu Bank Indonesia

Forum IPOSC Cari Solusi Hadapi Tantangan Masalah Kelapa Sawit

“Nah yang enam orang lagi akan gampang terjerumus ke investasi illegal. Jadi tidak akan heran investasi bodong akan merajalela, kalau hari ini ada kebun kurma nanti bisa jadi ada lagi yang seperti itu, ya pasti ada yang kena korbannya, seperti 6 orang ini yang akan menjadi korban berikutnya,” ujar Riezky saat edukasi wartawan di Pontianak, Rabu (27/11/2019).

Soal pemahaman, dia mencontohkan yang terjadi pada sebagian besar orang yang tidak menyadari dengan memiliki kendaraan saja sebenarnya sudah tercover asuransi.

“Saya pernah tanya mahasiswa, kalian punya asuransi? Lalu mereka bilang tidak. Kalian punya motor? Mereka jawab punya. Nah, selama ini mereka tidak tahu kalau mereka sudah dicover asuransi kecelakaan yaitu Jasa Raharja,” ucap Riezky.

Bayangkan, ketika terjadi kecelakaan, seharusnya mereka dapatkan klaim asuransi yang setidaknya bisa meringankan beban mereka yang tertimpa musibah. Karena tidak tahu atau paham, mereka harus keluarkan uang lebih banyak.

Dia berharap masyarakat melek dalam hal memahami produk keuangan tujuan agar tidak gampang tertipu hanya karena tergiur keuntungan besar.

Lewat forum edukasi wartawan ini, Riezky berharap dukungan media untuk menyebar luaskan ini agar bisa memberikan pemahaman pula.

"Semoga nanti literasi keuangan kita di Kalbar bisa naik 60 persen. Kalau literasi meningkat maka kesejahteraan masyarakat kita juga akan meningkat," sampainya.
Setidaknya ada 30 jurnalis ikut dalam kegiatan edukasi wartawan tersebut.

OJK juga menggandeng pihak lainnya untuk memperluas cakupan pengawasan terhadap perusahaan yang tidak mendapatkan izin dari OJK.

Dia mencontohkan ada travel umroh karena menghimpun dana masyarakat, maka OJK gandeng Kementerian Agama untuk bisa mengawasi. OJK juga bersama-sama dengan beberapa institusi lainnya membentuk satgas waspada investasi.

Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kalbar Dinar Fida Sasmita mengatakan cara mengecek investasi benar atau bodong bisa dilakukan dalam beberapa hal.

'Bisa kita cek return atau keuntungan yang dijanjikan, masuk akal tidak. Rujukan bisa dilihat dari bunga deposito bank. Lalu legalitas perusahaan juga bisa dicek," ujar Dinar yang juga menjadi satu di antara pemateri kegiatan edukasi wartawan. (nin)

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved