Anak Punk Berkeliaran

Kepala Satpol PP Sintang Harap Belasan Anak Punk yang Sudah Diamankan Tidak Langsung Pulangkan

Martin berharap, sebelum belasan anak punk tersebut dipulangkan ke rumah masing-masing, Dinsos memberikan pembinaan terlebih dahulu.

Kepala Satpol PP Sintang Harap Belasan Anak Punk yang Sudah Diamankan Tidak Langsung Pulangkan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/AGUS PUJIANTO
Usai diamankan dan didata, rambut anak punk yang panjang dicukur oleh anggota Satpol PP sebagai bagian dari efek jera, Kamis (28/11/2019). 

SINTANG - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Sintang, Martin Nandung menegaskan, 12 anak punk yang diamankan pagi tadi di bangunan bekas pasar di Jalan Lintas Melawi, Kelurahan Ladang, karena dianggap sudah meresahkan masyarakat.

“Mereka diamankan karena sudah meresahkan masyarakat. Masyarakat mengadu, kenapa dibiarkan keliaran seperti itu.

"Bagaimana pun tidak ada jaminan mereka bisa makan, kerja apa, penampilan mereka juga sudah meresahkan masyarakat. Ada yang perempuan juga. Kita tidak tahu kehidupan mereka di luar. ” ungkap Martin ditemui di ruang kerjanya, Kamis (28/11).

Setelah diamankan dan didata, 12 anak punk yang diamankan akan diserahkan kepada Dinsos Kabuapten Sintang untuk dibina, sebelu dipulangkan.

Martin berharap, sebelum belasan anak punk tersebut dipulangkan ke rumah masing-masing, Dinsos memberikan pembinaan terlebih dahulu.

“Mereka sebagian besar dari Kabupaten Melawi. Mereka nanti akan kita serahkan ke dinas sosial untuk dibina. Dinsos yang akan cari solusi, lebih baik dipulangkan atau dibina. (tapi) Saya melihat selama ini, kalau mereka langsung dipulangkan, itu bukan solusi terbaik,” ungkapnya.

Anak Punk Lintas Daerah dan Propinsi Diamankan Satpol PP, Zulfikar Tak Jera Berulangkali Terciduk

Selain itu, Martin juga menyarankan supaya Dinsos juga mencari tahu latar belakang anak punk tersebut.  

“Karena tentu, kenapa mereka meninggalkan rumah, tentu ada masalah. Kalau dikembalikan tapi masalah itu tidak diselesaikan, mereka pasti akan ngilang lagi. Kalaupun mungkin tidak lari ke Sintang, bisa saja ketempat lain. 

"Kita tidak ingin memindahkan masalah yang muncul di sintang, muncul lagi tempat lain. Memang harus ada solusi. Memang sekarang kita belum punya solusi terbaik. Buktinya, memang masih ada yang kita pulangkan, datang lagi.

"Kita minta dissos melakukan pembinana, mempelajari latar belakang kenapa mereka seperti itu,” bebernya.

Martin melihat, belasan anak punk yang terjaring dalam kondisi bugar dan sehat.

Seharusnya, dengan tenaga muda mereka masih mampu mencari nafkah dengan bekerja. 

Martin berharap, Dissos punya solusi terbaik untuk anak-anak punk tersebut, misalnya dengan menjalin kerjasama dengan dinas ketenaga kerjaan.

“Mereka ini segar dan sehat semua, kalau mereka memanfaatkan fisik yang kuat untuk bekerja mereka bisa mencari makan dengan cara lebih baik.

"Daripada seperti itu seperti anak tidak punya masa depan, ndak jelas. Kalau mereka belum punya keahlian, tentu nanti dinsos yang mencari solusinya. Misal kerjasama dengan dinas tenaga kerja, dilatih suatu saat mereka bisa bekerja,” harapnya. 

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved