Detik-detik Mahasiswi Korban Jambret Terpental ke Jalan Terekam CCTV

Dua jambret mengendarai sepeda motor yang menguntitnya dari belakang langsung menarik dengan keras tas yang dibawanya.

Youtube Tribun Medan
Detik-detik Mahasiswi Korban Jambret Terpental ke Jalan Terekam CCTV 

Saat berada di rumah sakit, Mahar sempat menelepon keluarga.

Dia sempat telepon orangtua nangis-nangis.

Terus setelahnya dia enggak ingat baru telepon.

Kemudian abangnya dari Aceh dan keluarga lainnya berjumlah 5 orang kemudian bergegas jalan menuju Medan untuk melihat kondisi adiknya.

Tepat Senin dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, rombongan keluarga Mahar yang datang dari Aceh sampai di Kota Medan dan langsung menjumpai Mahar yang sudah berada di salah satu rumah kos-kosan teman menunggu abangnya tiba.

"Pokoknya apa yang dilakukan dan ditanya setelahnya dia tidak ingat lagi. Malam itu juga setelah keluarganya sampai di Medan, Mahar langsung dibawa ke Siantar ke rumah abangnya," ujarnya.

Pascakejadian, Lucky mengaku belum ada komunikasi lagi dengan temannya itu. Tapi dengan keluarga ada dilakukan komunikasi. Dia dan teman-temannya sudah disuruh untuk membuat laporan.

"Info keluarga kondisi Mahar sudah mendingan. Dia sempat dibawa ke rumah sakit lagi di Siantar. Bahkan dia infonya rencana mau pulang dalam waktu dekat untuk segera menyelesaikan kuliahnya. Tapi keluarganya belum kasih," jelasnya.

Kepala Lingkungan (Kepling) IV, Alex (50) mengatakan bahwa mendapatkan kabar ada aksi jambret di lingkungannya malam hari dari CCTV yang beredar.

"Korban mau bertamu ke rumah No 6. Saat kejadian kami lagi ngecat. Dikasih tahu malam sambil dilihatkan CCTV. Sempat cari tahu dia dari mana dan saya sarankan kepada temannya untuk cepat buat laporan polisi," kata Alex.

"Lokasinya memang sepi itu, makanya enggak ada yang tahu. Kebanyakan incaran pelaku mahasiswa karena sudah di gambar," sambungnya.

Dijelaskan Alex, pada umumnya kejadian anak kos. Makanya setiap anak kos yang datang kami imbau jangan memancing kedatangan pelaku kejahatan.

"Seperti jangan main hp di Jalan dan jangan mengecas hp dekat jendela dan bisa terlihat dari luar," ujarnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk menangkap dua pelaku jambret sadis itu.

"Kita sudah melakukan lidik. Saat ini pelakunya masih terus dikejar," kata Eko singkat.

Aksi begal di Kota Medan memang bukan berita baru.

Hadi Edward (37) alias Ahuat, kritis usai menjadi korban keganasan begal pada Senin (18/11/2019) dinihari.

Hadi Edward yang merupakan warga Jalan Dr FL Tobing, Kelurahan Pusat Pasar, ditemukan bersimbah darah di Jalan Bambu II, Kecamatan Medan Timur.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Medan, hingga saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RS Columbia, Jalan Listrik Medan.

Tidak hanya itu, korban juga mengalami luka cukup parah di bagian kepalanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, foto dan video singkat korban beredar di Grup WhatsApp wartawan.

Adapun kejadian awal yang berhasil dihimpun, korban saat itu hendak melintas dari Jalan Gaharu menuju Jalan Bambu.

Hadi Edward tergelak di aspal dengan kondisi bersimbah darah di Jalan Bambu II, Medan, Senin (19/11/2019) malam. Diduga ia menjadi korban begal. (TRIBUN MEDAN/IST)
Sesampainya di lokasi, diduga sekelompok pria yang menunggangi sepeda motor mengejar korban.

"Jadi korban diikuti. Tidak berapa lama pelaku menabrakkan sepeda motornya kepada korban. Usia itu korban digebuki para pelaku," ujar pria berinisial As.

Kalau warga sini tidak banyak yang tahu kata As, mengingat kejadiannya tengah malam.

"Keluarganya di rumah sakit semua. Tapi gak tahu ruangan apa," ungkapnya.

Terpisah, Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin membenarkan peristiwa tragis tersebut,

"Ia benar terjadi. Kami telah bentuk team dengan Polrestabes Medan untuk mengungkap kasus ini," ujarnya, Selasa (19/11/2019).

Saat ditanya terkait kondisi korban, Kapolsek Medan Timur mengatakan bahwa hingga kini masih menjalani perawatan intensif.

"Masih di icu, bantu doa juga ya supaya cepat sembuh korbannya agar kami bisa ambil keterangannya untuk mempercepat terungkapnya kasus ini," ungkapnya.

Sementara terkait peristiwa tersebut, polisi dikabarkan telah melakukan penyelidikan.

Video rekaman CCTV ini pun banyak dibagikan netizen ke Group media sosial.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul PENJAMBRET SADIS, Mahasiswi di Medan Terpental Beberapa Meter di Jalan setelah Tasnya Ditarik Paksa
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Abdi Tumanggor

Editor: Nasaruddin
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved