Delapan Poin Resolusi Masyarakat Adat Kabupaten Sekadau

Guna mendesak disahkannya peraturan Bupati Sekadau Tentang Pedoman Identifikasi, Verifikasi dan Penetapan Masyarakat Hukum Adat.

Delapan Poin Resolusi Masyarakat Adat Kabupaten Sekadau
TRIBUNPONTIANAK/Marpina Sindika Wulandari
Konferensi pers masyarakat adat Sekadau terkait penyampaian resolusi masyarakat adat Sekadau, Kamis (21/11/2019). 

SEKADAU - Pasca Dialog dengan Pemerintah dan Diskusi Internal, Masyarakat Adat Kabupaten Sekadau mengeluarkan Resolusi Masyarakat Adat Kabupaten Sekadau.

Guna mendesak disahkannya peraturan Bupati Sekadau Tentang Pedoman Identifikasi, Verifikasi dan Penetapan Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Sekadau.

Menyikapi kondisi terbaru masyarakat adat di seluruh Kalimantan, menyongsong disahkannya Perbup tentang Pedoman Identifikasi, Verifikasi dan Penetapan Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Sekadau.

Mandate pasal 18, ayat 4, Perda Nomor 8 tahun 2018 tentang pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat kabupaten Sekadau, Masyarakat adat Kabupaten Sekadau menyerukan resolusi.

Sudah Terbentuk, Askiman Akui Perda dan Perbup Soal Masyarakat Adat Belum Tersosialisasi dengan Baik

Berikut Resolusi Masyarakat Adat Kabupaten Sekadau yang disampaikan oleh PD AMAN Sekadau Vinsensius Vermy, Kamis (28/11/2019)

1. Mengesahkan Peraturan Bupati tentang Pedoman identifikasi verifikasi dan penetapan masyarakat hukum adat di kab sekadau seperti yang dimandatkan oleh sejumlah peraturan perundang-undangan.

Khususnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat dan ditegaskan oleh perda kab. Sekadau no 8 tahun 2018 tentang PPMHA, Pasal 18, ayat 4 yang berbunyi:

“Ketentuan mekanisme identifikasi, verifikasi dan validasi dan penetapan masyarakat hukum adat diatur lebih lanjut dengan peraturan bupati”.

2. Menetapkan masyarakat hukum adat melalui SK Bupati atas masyarakat adat yang dianggap benar sebagai masyarakat hukum adat sesuai ketentuan perundang-undangan, seperti:

Masyarakat Adat Taman Meragun di Desa Meragun, Masyarakat Adat Kancikgh di Desa Nanga Mongko, Semerawai dan Engkulun Hulu Kec. Nanga Taman

Halaman
12
Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved