Anak Punk Berkeliaran

Anak Punk Lintas Daerah dan Provinsi Diamankan Satpol PP, Zulfikar Tak Jera Berulangkali Terciduk

“Lahan (parkir) diambil orang pasar. Makanya berhenti kerja parkir. Udah lama ndak parkir lagi,” aku Zulfikar.

Tayang:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/AGUS PUJIANTO
Belasan anak Punk diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) bangunan bekas pasar di jalan Lintas Melawi, Kelurahan Ladang, Sintang, Kamis (28/11/2019) pagi. 

SINTANG - Pengalaman diciduk Satpol PP tak membuat jera Zulfikar.

Anak Sintang ini kembali diamankan bersama belasan anak lainnya di bangunan bekas pasar di Jalan Lintas Melawi, Kelurahan Ladang, Sintang, Kamis (28/9) pagi.

Pada Mei lalu, Zulfikar juga pernah diamankan Satpol PP. Setelah dibina, anak ini juga diberikan pekerjaan menjadi tukang parkir di pasar Impres.

Tapi pekerjaan itu tak berlangsung lama. Zul kembali bergabung dengan anak Punk lainnya.

“Lahan (parkir) diambil orang pasar. Makanya berhenti kerja parkir. Udah lama ndak parkir lagi,” aku Zulfikar.

BREAKING NEWS - Anak Punk Asal Kalteng Resahkan Warga Sintang Kalimantan Barat

Belasan anak Punk diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) bangunan bekas pasar di jalan Lintas Melawi, Kelurahan Ladang, Sintang, Kamis (28/11/2019) pagi.
Belasan anak Punk diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) bangunan bekas pasar di jalan Lintas Melawi, Kelurahan Ladang, Sintang, Kamis (28/11/2019) pagi. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/AGUS PUJIANTO)

Plt Kabid Ketertiban Umum pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sintang, Budiyono mengatakan pihaknya bersama Dissos sudah berupaya memberikan solusi kepada anak punk yang terjaring, supaya tidak kembali berkeliaran.

“Ada yang minta kerjaan, kita kasih. Ada di bengkel, rumah makan. Mereka bertahan satu minggu. Zulfikar minta jaga parkir kita kasih lahan parkir di Pasar Impres, kita monitor bagus. Rupanya dia tidak lagi jadi tukang parkir, malah kembali lagi,” ungkap Budiyono.

Zulfikar dan belasan anak punk lainnya diamankan Satpol PP di markas bekas pasar burung yang sudah tak terpakai.

Menurut Budiyono, Kabupaten Sintang sejak Mei lalu sudah bebas dari anak punk. Tapi, beberapa pekan terakhir, anak punk kembali berkeliaran di kota Sintang.

“Sejak Mei lalu, anak punk sepi di Sintang. Ternyata baru-baru ini, dapat masukan lagi dari Kabupaten Melawi,” ungkap Budi.

12 anak punk yang terjaring, didominasi dari Kabupaten Melawi. Jumlahnya ada 8 orang. 

Selain melawi, ada pula Sekadau dan Sintang.

 “Mei lalu sudah kasih sock terapi, ada pembinaan dan memberikan efek jera, kita botak. Tapi ada lagi,” katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved