Atbah Minta Kades se-Kabupaten Mendata Warganya Yang Ingin dan Sedang Bekerja di Luar Negeri

Maka Kades harus punya data, siapa saja yang berada di luar negeri terdata dengan baik dan bisa dihubungi setiap saat

Atbah Minta Kades se-Kabupaten Mendata Warganya Yang Ingin dan Sedang Bekerja di Luar Negeri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAWAN GUNAWAN
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili saat memberikan penghargaan kepada Kades Serunai, Kecamatan Salatiga, Rabu (27/11/2019) di halaman kantor LTSA P2TKLN. 

SAMBAS - Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, dihadapan Konsulat Jenderal RI di Kuching, Yonny Tri Prayitno, dan tamu undangan lainnya. Di kegiatan Milad kedua LTSA P2TKLN di Kabupaten Sambas.

Ia mengatakan, kepada seluruh Kepala Desa di Kabupaten Sambas hari tahu dan mendata siapa saja masyarakatnya yang sedang dan akan bekerja keluar negeri, untuk menjadi Tenaga Kerja Migran Indonesia.

"Jadi kita semakin memperkuat, agar anak-anak, saudara-saudara kita yang bekerja keluar negeri itu memiliki dokumen yang lengkap dan resmi serta bisa di pertanggung jawabkan dan hadirnya mereka sebagai pekerja yang resmi," ujar Bupati Atbah, Rabu (27/11/2019).

"Dan upaya penempatan bisa terpantau dan terkontrol, dan apa yang terjadi disana upaya advokasi, bantuan dan pertolongan bisa dilakukan karena Addresnya sudah lengkap," sambungnya.

Kata Atbah, mengapa harus di lakukan mulai dari Desa. Karena pekerja migran di Sambas itu sebagian besar berasal dari Desa.

Karenanya penting untuk memperkuat pendataan, sehingga jika sewaktu-waktu ada satu atau dua hal yang tidak diinginkan maka datanya sudah ada, dan bisa di hubungi setiap saat.

"Asal mereka ini adalah dari Desa, jadi kami perkuat dari Desa. Maka Kades harus punya data, siapa saja yang berada di luar negeri terdata dengan baik dan bisa dihubungi setiap saat," katanya.

Dapat Unsur Pimpinan AKD, Ermin Elviani: Fraksi Demokrat akan Kerja Maksimal

Pada kesempatan itu, tidak bosan-bosannya Atbah mengingatkan agar masyarakat yang ingin bekerja keluar negeri agar menggunakan jalur resmi dan legal.

Dan ia pun mengingatkan kepada Kepala Desa, jika ada warga masyarakat yang ingin menjadi pekerja migran di luar negeri agar dimudahkan dan dibantu agar tidak menggunakan jalur ilegal yang bisa membahayakan pekerja itu sendiri.

"Bantu, Mudahkan, dan kawal anak-anak kita yang ingin keluar negeri," tutupnya.

Halaman
12
Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved