Wacana Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD Dinilai Belum Terlalu Genting

Namun, mengembalikan pemilihan kepala daerah kepada DPRD lantas tidak pula menyelesaikan persoalan-persoalan tadi.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Pengamat Politik Untan Ireng Maulana menilai perolehan suara partai golkar 

News Analysis
Pengamat Politik Kalbar
Ireng Maulana

PONTIANAK - Yang dikeluhkan dari pemilihan kepala daerah langsung karena berbiaya tinggi, rentan memicu konflik kekerasan horizontal, politik uang dan kecurangan terencana.

Namun, mengembalikan pemilihan kepala daerah kepada DPRD lantas tidak pula menyelesaikan persoalan-persoalan tadi.

Pemilihan kepala daerah barangkali bukan terletak pada polanya yang angsung atau tidak langsung.

Melainkan pada perbaikan integritas semua pihak yang berkepentingan dengan pemilihan.

Usulan Kepala Daerah Dipilih DPR, Christiandy Dorong Perubahan Mindset

Jika saja kita mau jujur, di banyak proses pemilihan yang masih terus dibayangi dengan polemik tentang besarnya biaya yang harus dikeluarkan tidak berbanding lurus dengan kualitas kepemimpinan yang dihasilkan.

Mahalnya pemilihan hanya menghasilkan sedikit pemimpin yang mengelola kekuasaannya secara benar.

Jika saja sejak awal pemilihan kepala daerah dipahami sebagai kepentingan lahirnya regenerasi kepemimpinan yang memajukan daerah.

Maka aktor-aktor politik arus utama yang berintegritas selayaknya dapat mencegah terjadinya transaksi dan kecurangan sejak bakal kandidat akan di usung.

Demikian pula pada proses kampanye pemenangan yang dapat menekan kecurangan dan politik uang ketika kandidat, tim pemenangan dan pemilih juga memiliki integritas yang tinggi.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved