Kemenag Pontianak Terima 40 Pendaftar Calon Jemaaah Haji Setiap Hari

Ia memaparkan para calon jamaah yang baru mendaftar haji tahun ini akan mendapat masa tunggu sekitar 18 tahun.

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SYAHRONI
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak, Ekhsan   

PONTIANAK - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak Ekhsan menuturkan tinggi antusias masyarakat di Kota Pontianak yang ingin naik haji.

Ia memaparkan setiap harinya paling tidak terdapat 40 pendaftar haji yang mendaftar di Kantor Kemenag Kota Pontianak.

“Saya lihat antusias cukup ramai, dalam satu hari bisa 35 antara 40 pendaftar haji,” ujarnya.

Ia memaparkan para calon jamaah yang baru mendaftar haji tahun ini akan mendapat masa tunggu sekitar 18 tahun.

Bupati Jarot Sambut Kepulangan 153 Jemaah Haji Kabupaten Sintang

Artinya keberangkatan jemaah itu diperkirakan tahun 2036 dan 2037.

Bekaitan dengan cukup panjang daftar tunggu, Ekhsan berharap ada penambahan kuota dari Pemerintah Arab Saudi setiap tahunnya.

Adanya penambahan kuota akan memberikan kontribusi terhadap pengurangan masa tunggu bagi jemaah haji di Kota Pontianak.

“Tahun lalu kuotanya 231 ribu se-Indonesia. Jika bisa bertambah menjadi 250 ribu jemaah maka ada kemungkinan daftar tunggu berkurang,” ujarnya.

Kendati demikian Ekhsan menambahkan untuk Kalbar misalnya daftar tunggunya lebih rendah dibandingkan provinsi lain.

Ia mencontohkan pada Sulawesi.

Jika daftar tahun ini maka keberangkatannya pada tahun 2043.

“Seperti di Jawa yang jumlah jemaah lebih besar tentu lama antriannya," ujarnya.

Menggaungkan Kebersamaan

Bupati Sanggau, Paolus Hadi didampingi Ketua TP PKK Sanggau, Arita Apolina, Asisten II Setda Sanggau, H Roni Fauzan menyambut kedatangan jamaah haji asal Sanggau di Asrama Haji Batam, Selasa (27/8/2019) malam.

Bupati juga didampingi Kadishanpang Hortikan Sanggau, H John Hendri, Kepapa BKPSDM Sanggau, Herkulanus HP, Inspektur Kabupaten Sanggau, Edy Sumantri, Kepala Kantor Kemenag Sanggau, H M Taufik, Beberapa Kabag di Setda Sanggau, serta beberapa orang tokoh masyarakat Sanggau seperti Ketua Koni Sanggau, Ibrahim dan yang lainya. Dan tampak hadir Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan, Bupati Mempawah.

Kedatangan jamaah haji yang tergabung dalam kloter 11 ini meliputi Kabupaten Sanggau, Mempawah, Landak dan Melawi yang berjumlah 401 orang.

Ditemui usai menyambut jamaah haji, Bupati Sanggau, Paolus Hadi menyampaikan, Secara umum jamaah haji asal Kabupaten Sanggau dalam keadaan sehat. Dan begitu sampai di sini (Batam) pasti dicek lagi kesehatannya.

"Kita berharap tidak ada yang tidak sehat, "katanya.

Untuk itulah, PH sapaan akrabnya berharap ketika nanti mereka sudah kembali ke Sanggau, doa kita tetap menjadi haji yang mabrur.

Dan tentunya menjadi contoh, pemberi semangat untuk Sanggau yang lebih baik kedepan.

"Terutama yang berkaitan dengan penguatan keimanan. Karena naik haji inikan adalah menjalankan rukun islam kelima, tentu saya juga berdoa di tahun-tahun yang akan datang juga semakin bertambah ni jamaah haji kita. Karen saya tahu juga daftar sudah cukup banyak, tinggal soal kuota, "ujarnya.

Dan tentunya, lanjut PH,  kesakian-kesaksian dan apa yang mereka (Jamaah haji) alami, mereka sampaikan dengan jamaat. "Dan saya juga berharap jamaah haji kita menjadi yang pertama untuk mengaungkan kebersamaan didaerah kita, "tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama Sanggau (Kemenag) H M Taufik menyampaikan, Jamaah haji Asal Sanggau berjumlah 108 orang yang tergabung dalam kloter 11, meliputi Kabupaten Sanggau, Mempawah, Melawi dan Landak.

"Alhamdulillah mereka sehat-sehat semua, artinya tak yang sempat sakit berat. Paling ada kasus misalnya yang sakit bisul, tapi karena diabetnya tinggi jadi bisulnya jadi infeksi. Dan sudah dapat ditangganilah oleh tim kesehatan yang ada dikloter, "ujarnya.

Setelah tiba di Batam, jamaah haji kloter 11 akan diberangkatkan ke Pontianak pada Rabu 28 Agustus 2018. "Penerbangan ketiga, sekitar pukul 13.00 Wib. Setelah itu bermalam di Asrama Haji Pontianak satu malam, baru lusanya ke Sanggau, "ujarnya.

Taufik menambahkan, total jamaah haji Sanggau sebanyak 116 orang dan terbagi menjadi dua. Yang tiba di Batam termasuk gelombang pertama. "Yang 8 orang, nanti tanggal 30 baru tiba lagi di Batam, tergabung dalam kloter 16. Yang 8 orang itu termasuk dalam kuota yang tambahan 10 ribu, "jelasnya.

Sementara itu, Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Provinsi Kalbar, Kabupaten Sanggau, H Ade Djuandi menyampaikan, Dirinya berusaha seoptimal mungkin untuk membantu para jamaah, baik dari tim kesehatan maupun tim ibadah haji.

"Bahkan kami selalu mengisi tausiyah-tausiyah di hotel hampir setiap hari. Saya dipercayakan jadi imam disana, kepercayaan itu sangat luar biasa oleh kawan-kawan kita dari Sanggau, Melawai, Mempawah, dan Landak, "ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, ada seorang yang resiko tinggi dari segi kesehatan yakni Abdul Syukur (84) dari Kabupaten Landak, kita membantu untuk mengurusinya, mulai dari tawaf sampai tahap akhir.

"Kita bantu beliau, walaupun bukan orang Sanggau tapi tetap kita bantu. Itulah kita saling membantu, melayani, mengayomi semua jamaah haji yang ada dikloter 11 itu, "ujarnya.

Selama menjalankan ibadah haji, lanjutnya, ada beberapa yang mengalami sakit karena perubahan cuaca yang panas mencapai 48 derajat celcius. Bahkan biasanya nembua angka 50 derajat celcius.

"Jadi wajarlah yang berusia 60 70 bahkan 80 tahun keatas, yang pertama itu batuk dan fileg tetap mereka rasakan. Tapi apapun ibadah wajib maupun ibadah rukunnya dapat kami lakukan dengan sebaik-baiknya atas kerjasama semua kloter dan jamaah yang ada di kloter 11," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved