Gebrakan Diskes Kalbar Cegah Stunting, Buat Aplikasi Bunga Nakita Pantau Anak Lewat Android
Menurut Kadis Kesehatan Kalbar, Harrison pelibatan peran masyarakat khususnya organisasi perempuan di Kalbar dinilai sangat penting.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Madrosid
PONTIANAK - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat membuat gebrakan di bidang kesehatan.
Yakni dengan meluncurkan aplikasi berbasis android yang diberi nama Aplikasi Bunga Nakita (Tumbuh Kembang Anak Kita).
Peluncuran aplikasi yang bersamaan dengan seminar bertema ‘Pentingnya Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Menuju Generasi Sehat Indonesia Unggul’ tersebut diselenggarakan di Hotel Mahkota Pontianak, Senin (25/11).
Kegiatan dibuka langsung Gubernur Kalbar, H Sutarmidji dan dihadiri oleh para organisasi perempuan di Kalbar, beserta Organisasi Perangkat daerah (OPD) Kalbar.
Menurut Kadis Kesehatan Kalbar, Harrison pelibatan peran masyarakat khususnya organisasi perempuan di Kalbar dinilai sangat penting.
• Tiga Prodi Mahasiswa Stikara Sintang Akan Diterjunkan Bantu Pemerintah Atasi Stunting
Perempuan, kata dia menjadi kunci dalam upaya untuk menurunkan angka prevalansi anak balita pendek atau stunting di Indonesia, terutama di Kalbar.
Melalui pendekatan 3P (Peduli, Pahami dan Partisipasi), Diskes Kalbar juga mendorong para remaja perempuan lebih aktif dalam upaya mencegah terjadinya stunting akibat kurang gizi.
“Pak Gubernur telah menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan Kalbar tak hanya melibatkan OPD terkait, melainkan juga melibatkan organisasi perempuan seperti Tim Penggerak PKK, Gabungan Organisasi Wanita, Persit, Bhayangkari, Aisyiyah Muhammadiyah, Muslimat NU, Wanita Katolik, dan organisasi wanita lainnya,” tutur Harrison usai launching aplikasi Bunga Nakita (Tumbuh Kembang Anak Kita).
Harrison mengatakan, melibatkan masyarakat melalui organisasi perempuan untuk menekan angka dinilainya sangat tepat dan penting, karena menyiapkan generasi Kalbar yang lebih sehat.
Selain mengajak masyarakat terlibat aktif, pihaknya juga melakukan inovasi dengan memadukan pemanfaatan teknologi berbasis aplikasi android.
Yakni melalui aplikasi Bunga Nakita yang merupakan aplikasi untuk memudahkan para orang tua untuk memantau tumbuh kembang anak.
“Jadi para ibu-ibu milenial melalui androidnya bisa menginput nama anaknya, berat badan anaknya, tinggi badan dan sebagainya,” terang Horrison.
Lalu di aplikasi itu nanti akan mendapat informasi mengenai pertumbuhan dan perkembangan, status gizi dan status imunisasi anak.
Selain itu juga akan mendapat notifikasi kalau memang sudah jadwal untuk dilakukan imunisasi, sesuai konsep wilayah para penggunanya.
"Kalaupun si ibu belum membawa anaknya imunisasi, petugas kesehatan juga mendapat notifikasi, sampai nanti petugas mengunjungi si ibu, sebagai upaya memantau balita atau anak," tukasnya.
Melalui aplikasi ini benar-benar diharapkan dapat menekan angka stunting di Kalbar yang saat ini mencapai angka 31,4 persen di atas angka rata-rata nasional.
"Padahal di Kalbar ini ada 76 persen ibu yang selalu menimbang anaknya. Ada kemungkinan petugas kesehatan tidak benar-benar memantau tumbuh kembang anak. Nah, melalui aplikasi ini diharapkan juga dapat meningkatkan kinerja petugas kita," ujarnya.
Selain melalui inovasi tersebut, Harisson mengaku bahwa pihaknya rutin melakukan sosialisasi atau penyuluhan kesehatan kepada ibu-ibu seperti di posyandu, puskesmas atau di acara-acara tertentu.
"Itu juga telah dilakukan Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Untuk aplikasi Bunga Nakita ini juga akan kita bagikan ke kabupaten/kota agar ada keselarasan," pungkasnya.
Peningkatan SDM
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji mengatakan, fokus pemerintah Jokowi periode kedua ini adalah peningkatan SDM di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Untuk kesehatan ini maka harus direncanakan atau di atur sejak usia kematangan perkawinan kemudian juga sejak dari hamil .Kemudian dari usia anak sampai balita itu prosesnya harus di pantau.
"Misalnya K4 ketika hamil dijalan kan atau tidak kemudian setelah lahir imunisasi lengkap atau tidak itu terus di pantau setelah di balita pendidikan apa yang harus disiapkan seperti posyandu, paud , Tk dan lainnya," ujarnya.
Tahapan seperti itu supaya tumbuh kembang anak bagus dan generasi cerdas dan sehat . Karena kalau anak tidak sehat bisa menganggu sisi keuangan dan bisa menjadi beban negara.
"Semakin banyak orang tak sehat negara makin beban walau ada BPJS namun juga subsidi pemerintah. Kemudian menjalankannya harus melakukan sinergi integritas antara organisasi perempuan yang peduli tentang kesehatan harus dilibatkan terus," ujarnya.
Ia yakin capaiannya akan cepat. Namun jika pihak Pemda provinsi , kabupaten kota yang bekerja tanpa melibatkan dari ibu Persit, Bayangkari dan lainnya itu bisa menjadi penghambat untuk suatu percepatan karena tidak adanya sinergitas .
"Tenaga kesehatan seluruh Indonesia kurang tapi kita bisa menggunakan dengan cara tertentu. Tapi saya berharap bupati walikota jangan mudah membiarkan tenaga kesehatan, guru, keluar atau pindah dari wilayah mereka. Kadang satu daerah punya dokter spesialis tapi malah memilih pindah," ujarnya.
Sebagai gubernur ia mengatakan jika ada tenaga kesehatan yang mau pindah atau keluar Kalbar dirinya katakan sangat ketat melarang.
"Kalau bisa saya tolak kecuali ikut tugas suami atau istri. Itupun kita masih melihat kebutuhan daerah kita. Kalau mau rolling antar kabupaten/kota se- Kalimantan Barat masih boleh," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/stunting222.jpg)