Pengerjaan Penormalan Drainase Dinilai Gagal, Dewan Ketapang Minta Penegak Hukum Periksa Proyek

Pembangunan drainase tahun lalu sudah bagus karena sedikit banyak membantu mengurangi banjir saat musim hujan dan harusnya dilanjutkan.

Pengerjaan Penormalan Drainase Dinilai Gagal, Dewan Ketapang Minta Penegak Hukum Periksa Proyek
TRIBUNPONTIANAK/NUR IMAM SATRIA
Air yang menggenangi ruas jalan di Jalan Beringin, Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan akibat hujan deras yang mengguyur Ketapang Kota beberapa hari terakhir. 

KETAPANG - Anggota DPRD Ketapang, Antoni Salim menilai Pemerintah Daerah (Pemda) masih gagal menanggulangi persoalan banjir khususnya di wilayah perkotaan Ketapang.

Padahal saat ini Pemda telah menggelontorkan dana yang cukup besar untuk menanggulangi persoalan banjir dengan melakukan pembangunan drainase dan normalisasi saluran di wilayah perkotaan Ketapang.

“Pembangunan drainase tahun lalu sudah bagus karena sedikit banyak membantu mengurangi banjir saat musim hujan dan harusnya dilanjutkan, bukan malah membuat proyek baru yakni normalisasi saluran drainase yang dananya sangat besar tetapi dampaknya sama sekali tidak ada,” ucapnya, Minggu (24/11/2019).

Sungai Embau Meluap saat Subuh, Banjir 3 Meter Rendam Hulu Gurung Kapuas Hulu

Antoni juga menilai proyek normalisasi saluran drainase dengan pagu dana mencapai Rp 1,7 Miliar yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ketapang gagal.

Pasalnya banjir masih terjadi di sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga di wilayah perkotaan seperti di Jalan Beringin dan Jalan H. Murni.

Padahal seharusnya menurut Antoni, dengan dana sebesar itu persoalan banjir di titik-titik yang kerap terjadi banjir bisa teratasi.

“Saya berani bilang ini proyek gagal, karena dari awal juga sudah tidak benar, ditambah lagi pelaksanaan pekerjaan cuma menggunakan cangkul."

"Harusnya jika serius ingin menanggulangi persoalan banjir, drainase yang belum tersambung ya disambung atau kalaupun mau normalisasi saluran harusnya mengunakan alat bukan malah cuma menggunakan cangkul,” tegasnya.

Untuk itu, ia meminta Bupati Ketapang untuk mengevaluasi pihak terkait yang melakukan perencanaan hingga proyek tersebut terlaksana hanya dengan menggunakan cangkul.

Ia pun berharap proyek tersebut dapat di periksa atau di audit oleh pihak-pihak terkait lantaran terkesan asal-asalan.

Halaman
1234
Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved