Pemodal Rp 35 Miliar di Fintech Modal Rakyat Berasal dari Kalbar
Modal Rakyat ingin memberikan solusi bagi UMKM yang ingin mendapatkan pinjaman dengan praktis, cepat dan mudah
PONTIANAK – Layanan peer to peer (P2P) lending merupakan satu di antara bentuk inovasi dalam dunia finansial di Indonesia.
Hadirnya P2P lending diharapkan bisa mendorong terbangunnya inklusi keuangan, khususnya dalam mengembangkan kualitas dan produktivitas UMKM di Indonesia.
Modal Rakyat adalah layanan P2P Lending atau marketplace yang mempertemukan pendana dengan peminjam (UMKM).
CO Founder & CEO Modal Rakyat Stanislaus MC Tandelilin menjelaskan bahwa Modal Rakyat juga telah resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Juni 2018.
“Kami menawarkan alternatif pendanaan secara online dengan aman, jumlah pendanaan minimal, dan tingkat pengembalian yang menarik," ujarnya saat berdiskusi dengan jurnalis di Pontianak, Sabtu (23/11/2019).
Di sisi lain, Modal Rakyat ingin memberikan solusi bagi UMKM yang ingin mendapatkan pinjaman dengan praktis, cepat dan mudah sehingga dapat membantu pengembangan ekonomi Indonesia.
Derasnya fintech P2P lending yang hadir di Indonesia, selanjutnya diikuti dengen pemberitaan kejamnya nasib peminjam yang terjebak pinjol, menurut Stanis ini karena banyak masyarakat yang salah pilih tempat pinjam.
“Apalagi fintech peer to peer lending yang illegal itu sangat banyak dan menurut OJK itu datangnya dari luar. Ini juga karena masyarakat yang terjebak pinjaman online tidak teredukasi dengan benar, jadi asal pinjam saja. Makanya ini tugas kita juga Sebagai fintech untuk memberi pemahaman,” ujarnya.
Modal Rakyat menyasar kedua segmen untuk pemberian pinjaman. Seperti segmen mikro yang banyak membiayai untuk ‘warung pulsa’. Untuk pembiayaan ini, Modal Rakyat mengakui sudah membiayai hingga 16 provinsi.
Selanjutnya untuk segmen UMKM yang bisa dibiayai dari Rp 50 juta hingga Rp 500 juta. Hanya untuk ini, Modal Rakyat masih memilih UMKM yang berlokasi di Jabodatabek.
“Selama 1,5 tahun perjalanan Modal Rakyat sudah menyalurkan ke 4.000 peminjam dengan total yang disalurkan pendanaan Rp 100 miliar,” jelasnya.
Sejatinya bisnis peer to peer lending tak sekedar menghadirkan platform untuk para peminjam, tapi juga untuk calon pemodal. Hal ini yang diberikan Modal Rakyat. Konsepnya adalah mempertemukan pendan dengan peminjam (UMKM).
“Modal Rakyat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berinvestasi. Investasi dimulai dari Rp 25 ribu. Mengapa nilainya kecil? Karena kita ingin mahasiswa juga bisa ikut. Pemodal pun kita edukasi,” katanya.
Berdasarkan data statistik Modal Rakyat, di mana sebanyak Rp 35 miliar sendiri disalurkan oleh Para Pendana dari Pontianak, Kalimantan Barat.
“Modal Rakyat melihat adanya potensi di Kalimantan Barat, termasuk Pontianak untuk menggandeng lebih banyak Pendana untuk terus mendukung penyaluran kredit kepada para UMKM di Indonesia,” terangnya. (nin)