Fahri Hamzah: Partai Gelora Hadir Bukan Sekadar Sakit Hati Pada PKS
Tidak saja dari partai politik, ada yang dari partai politik dan ada juga yang dari non partai politik, akademisi dan seniman.
Penulis: Syahroni | Editor: Maudy Asri Gita Utami
PONTIANAK - Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah datang ke Pontianak untuk silaturrahmi dengan jajaran pengurus DPW Kalbar serta DPD kabupaten-kota se Kalbar.
Fahri menyebutkan dalam mandirikan Partai Gelora Indonesia banyak sekali yang bertanya apakah karena kekecewaan, inilah pertanyaan yang selalu ditanyakan pada dirinya.
Memang menurutnya setiap kelahiran itu pasti selalu dipertanyakan.
• Partai Gelora - Sepak Terjang Anis Matta Mantan Presiden PKS dan Profil Fahri Hamzah Eks Kader PKS
Mengenai kegiatan silaturrahmi dengan para pengurus DPW dan DPD se Kalbar kali ini, Fahri menegaskan sebenarnya bukanlah road show, kebetulan saja ada acara keluarga.
"Tetapi teman-teman minta langsung acara, ya saya hadir dan memang terasa sekali di mana-mana geliat masyarakat yang ingin ikut membesarkan partai ini cukup kuat," ucap Fahri Hamzah saat diwawancarai di Hotel Mercure Pontianak, Sabtu (23/11/2019).
Gelora dan semangat masyarakat ingin membesarkan Partai Gelora disebutnya sangat terasa malam ini di Kalimantan Barat.
Ia berharap momen ini petanda kebangkitan yang telah diprediksi dengan lahirnya Partai Gelora.
Partai ini merupakan suatu kenyataan bahwa di Bangsa Indonesia, masyarakatnya merindukan sesuatu yang baru, yang akan menjurubicarai pikiran-pikiran dan perasaan masyarakat.
"Itu yang saya percaya dan saya yakinkan kepada temanu-teman, bahwa kita sedang menyongsong harapan dan keinginan masyarakat untuk bergerak lebih cepat, dan berubah agar Bangsa Indonesia ini betul-betul tidak terjebak pada kesementaraan, yang saat ini terjadi jebakan yang menjadikan negara ini ala kadarnya," tegas Fahri uang merupakan Mantan Wakil Ketua DPR RI 2014-2019.
Terkait deklarasi Partai Gelora, Fahri menegaskan akan dilakukan setelah semua urusan secara yuridis dan formal selesai.
"Kalau di pusat kita ada 3 pendaftaran, satu akte kita sudah ada, yang kedua di Menkumham sedang berjalan dan ketiga itu KPU. Khusus yang kedua ini mudah mudahan awal Januari sudah selesai," ujarnya.
Ia menegaskan tentu setelah Januari akan memifikirkan karena pihaknya mau tampil setelah betul-betul 100 persen tidak ada persoalan.
Kemudian ditanya masalah lahirnya Partai Gelora lantaran sakit hati pada PKS, tegas Fahri katakan kalau ia sekedar sakit hati, ia tentu bisa bergabung dengan partai besar lain tanpa capek membuat partai baru.
"Tapi kami merasakan memang harus ada suatu kelahiran, yang dinanti kehadirannya oleh banyak orang yang mengingginkannya."
"Maka kita datang dengan pemikiran yang relatif menjawab banyak kegelisahan dan pertanyaan masyarakat," jelasnya.
Kemudian ia sebut tradisi partai politik adalah sebagai wadah perjuangan dan menangkap aspirasi yang muncul di tengah masyarakat, yang tidak sanggup lagi menjuru bicarainya.
Oleh karena itu, ia memastikan para di dalam Partai Gelora akan beragam.
Tidak saja dari partai politik, ada yang dari partai politik dan ada juga yang dari non partai politik, akademisi dan seniman.
"Kalau PKS sudah selesai, karna untuk membangun kekuatan masyarakat itu sudah tidak bisa lagi diandalkan, karena eksklusifisme dan sebagainya."
"Kita bangkit sebagai partai berdasarkan Pancasila dan kita ingin masyarakat kembali bersatu di bawah naungan Pancasila," tambahnya.
Saat ini, banyak kepala daerah incumbent disebutnya mulai merapat dan berkomunikasi dengan Partai Gelora untuk bergabung.
Ia belum mau membocorkan nama-namanya biarkan saja waktu berjalan.
"Ada beberapa gubernur juga sudah ketemu kita, kebetulan beberapa gubernur memang tidak punya partai politik, yang berasal dari partai politik juga ketemu," sebut Fahri Hamzah. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/waketum-partai-gelora-indonesia-fahri-hamzah-pengurus-dpw-dan-dpd-se-kalbar.jpg)