Peringati Maulid Nabi Muhammad, Muda Ajak Jaga Persatuan Umat Muslim di Kubu Raya

Menurutnya, semua pihak punya tanggung jawab untuk menjaga dan merawat generasi. Semua itu dapar terwujud jika malelui persatuan.

TRIBUNPONTIANAK/Septi Dwisabrina
Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan. 

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1441 H.

Umat muslim baik dari lingkungan Pemerintahan bahkan masyarakat terlihat begitu antusias mengikuti Tablig Akbar bersama Pimpinan Pondok Pesantren Al-Quran Nurul Furqon Kabupaten Bogor, KH. Jejen Syukrillah,S.PdI di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (22/11/2019).

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menuturkan peringatan Maulid Nabi Muhammad ini guna memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhwuah wathoniyah di Kabupaten Kubu Raya.

"Ini adalah cara kita untuk memperluas ibadah, menjaga serta merawat generasi kita. Senantiasa tetap menumbuhkan rasa semangat tinggi menjunjung tinggi persatuan umat muslim," ujarnya, Jumat (22/11/2019).

Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Kuala Dua, AKBP Yani Perkuat Silaturahmi

Selain menjadi perekat silaturahmi antar sesama, momen peringatan Maulid Nabi menjadi satu di antara upaya membangun Kabupaten Kubu Raya yang tenteram.

"Peringatan ini telah sesuai dengan visi religius Kubu Raya. Sehingga dapat dijadikan sebagai perekat relasi sosial masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya, semua pihak punya tanggung jawab untuk menjaga dan merawat generasi.

Semua itu dapar terwujud jika malelui persatuan.

"Bersama-sama kita terus berusaha untuk ke depan lebih memperkokoh persatuan sekaligus membangun kinerja yang lebih luas lagi untuk generasi kita."

"Di semua sektor kita lakukan upaya-upaya untuk membangun rumah tangga-rumah tangga yang bisa tenang dan bahagia," ajaknya.

Kabupaten Kubu Raya merupakan daerah dengan jumlah pesantren terbanyak di Kalimantan Barat.

Begitu juga dengan jumlah madrasah hingga aliyah.

Termasuk majelis taklim, taman pendidikan Alquran, dan qari-qariah.

Karena itu, dirinya menilai hal tersebut sebagai amanah yang besar.

Di mana ada tanggung jawab untuk terus mengawal tumbuh kembang generasi.

"Mudah-mudahan dengan kita aktif berkumpul itu juga menjadi bentuk tanggung jawab agar anak-anak terkawal dengan baik."

"Terhindar dari hal-hal yang mengganggu dan merusak diri, termasuk merusak tatanan di masyarakat," imbuhnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved