Penyelundupan Kayu Gaharu

BREAKING NEWS - Polresta Pontianak Gagalkan Upaya Penyelundupan 19 Ton Kayu Gaharu Buaya

Belasan ton kayu tersebut diamankan dalam sebuah kontainer. Hal itu dibenarkan oleh Kapolresta Pontianak AKBP Komarudin.

BREAKING NEWS - Polresta Pontianak Gagalkan Upaya Penyelundupan 19 Ton Kayu Gaharu Buaya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Kapolresta Pontianak AKBP Komarudin 

PONTIANAK - Polresta Pontianak mengamankan sekitar 19 Ton kayu gaharu buaya yang berasal dari Kapuas Hulu dan Sintang, dan diduga akan di ekspor.

Belasan ton kayu tersebut diamankan dalam sebuah kontainer. Hal itu dibenarkan oleh Kapolresta Pontianak AKBP Komarudin.

"Jadi berdasarkan laporan informasi yang kita peroleh bahwa ada pergerakan ataupun ada indikasi peredaran kayu yang diduga atau saat ini berdasarkan surat edaran kementerian LHK, bahwa kayu tersebut tergolong ke dalam jenis kayu yang dilarang di edarkan," ujarnya saat diwawancarai Tribun, Jumat (22/11).

Ia melanjutkan, berdasarkan laporan tersebut, pihaknya saat itu berhasil mengamankan satu unit kontainer yang di dalamnya bermuatan kayu gaharu diperkirakan sebanyak 19 Ton.

Namun, lanjut dia, saat ini pihaknya sedang menangani kasus tersebut dan telah mengamankan 6 orang yang berstatus sebagai saksi.

Kayu Gaharu
Kayu Gaharu (net)

"Saat ini masih dalam proses ataupun tahap pemeriksaan dokumen dari pemilik mengingat ada beberapa dokumen yang harus kami pelajari. Di antaranya adalah dokumen dari peraturan menteri LHK. Peraturan ini menjelaskan nomor pp 22 tahun 2018, yang menjelaskan jenis kayu, kebun, bahan yang hasil hutan yang tadinya dilihat tidak dilindungi menjadi dilindungi," jelasnya.

"Artinya dalam peraturan ini tentu bahwa jenis tersebut merupakan atau dikelompokkan jadi jenis yang dilindungi artinya tidak boleh (diedarkan). Kemudian ada juga surat edaran nomor 9 PKSDAM per tanggal 10 Agustus 20180 yang menjelaskan untuk pendataan pendataan jenis kayu yang tadinya tidak dilindungi menjadi dilindungi," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga telah mendalami gudang tempat penyimpanan kayu tersebut dan terdapat 125 Ton kayu gaharu.

Untuk itu, saat ini pihaknya sedang mendalami surat edaran kementerian LHK yang dimana pada salah satu poin nya menyebutkan bahwa, untuk jenis kayu gaharu buaya ini tidak boleh di ekspor.

"Nah oleh karenanya kami saat ini masih menunggu keterangan dari ahli, apakah keterangan yang di maksud tidak boleh ekspor apakah dia boleh didalam dan lain sebagainya. Sementara yang kita amankan memang belum terindikasi bahwa jenis apa," katanya.

Untuk sementara, kata dia, kayu tersebut merupakan milik seseorang berinisial FH yang saat ini sedang dilakukan pemeriksaan.

"Dan sementara kita juga belum bisa katakan bahwa ini akan di ekspor, karena kita belum menemukan dokumen untuk ekspor barang tersebut. Kalau memang terindikasi nanti kayu ini akan di eskpor, tentu nanti akan dikaitkan dengan surat edaran larangan untuk mengekspor kayu gaharu," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved