Breaking News

Asrama Pastoran Terbakar

Kebakaran Asrama Pastoran, Pakaian dan Buku Penghuni Ludes

Kobaran api yang membakar pondasi bangunan asrama menyebabkan konstruksi bangunan roboh dan rata dengan tanah.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Polres Sintang
Roboh: Bangunan rumah asrama milik Pastoran Salib Suci di desa Entogong, Kecamtan  Kayan Hulu terbakar, Selasa siang kemarin.  

Kebakaran Asrama Pastoran, Pakaian dan Buku Penghuni Ludes

SINTANG - Bangunan rumah asrama milik Pastoran Salib Suci di desa Entogong, Kecamtan  Kayan Hulu terbakar, Selasa (19/11/2019) kemarin. 

Pada saat peristiwa terjadi, penghuni asrama  Yohanes, guru Agama Katolik, Yusna dan Siktus, tidak berada di tempat.

Paur Subbag Humas Ipda Baryono, menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

Tiga penghuni asrama yang selamat dari peristiwa tersebut.

BREAKING NEWS: Kronologi Asrama Pastoran Salib Suci Terbakar

"Saat kejadian kondisi rumah dalam kondisi kosong di tinggal pergi ke gedung Pastoran," kata  Ipda Baryono, Rabu (20/11) pagi. 

Roboh: Bangunan rumah asrama milik Pastoran Salib Suci di desa Entogong, Kecamtan  Kayan Hulu terbakar, Selasa siang kemarin. Bangunan asrama roboh, pakaian dan buku pelajaran turut terbakar.
Roboh: Bangunan rumah asrama milik Pastoran Salib Suci di desa Entogong, Kecamtan Kayan Hulu terbakar, Selasa siang kemarin. Bangunan asrama roboh, pakaian dan buku pelajaran turut terbakar.

"Buku pelajaran dan pakaian ikut terbakar. Untuk kerugian yang dialami warga akibat kebakaran tersebut mencapai 300 juta," tambah Baryono.

Kerugian Ditaksir Rp 300 Juta 

Kerugian materil pada musibah kebakaran itu ditaksir mencapai Rp 300 juta.

Kobaran api yang membakar pondasi bangunan asrama menyebabkan konstruksi bangunan roboh dan rata dengan tanah. 

"Tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian yang dialami warga akibat kebakaran tersebut mencapai 300 juta," jeas Paur Subbag Humas Ipda Baryono.

Kronologi Kebakaran

Saat kebakaran terjadi, Yohanes guru yang tinggal di asrama tidak di tempat.

Dia sedang bercengkrama dengan pegawai PLN di gedung pastoran.

Yohanes mengetahui asrama tersebut terbakar sekitar pukul 14.00 WIB, setelah mendapat informasi Yusna, pelajar yang tinggal di asrama yang terbakar itu.

Kemudian Yohanes bersama Matius, Anes mendatangi asrama yang sudah terbakar bagian atas.

Matius bersama warga berusaha memadamkan api tersebut dengan menggunakan mesin robin.

"Saat dilakukan pengecekan oleh petugas asrama sudah dalam keadaan roboh. Titik api diduga berasal dari Lantai atas Asrama. Tidak ada aliran listrik," kata Paur Subbag Humas Polres Sintang, Ipda Baryono.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved