Lewat Program PUPM, Pemerintah Bantu Serap Beras dari Petani dengan Harga Layak

Makanya perlu dihadirkan kelembagaan distribusi pangan yang mampu beroperasi secara berkelanjutan. Tujuannya menjaga kestabilan distribusi pangan

Lewat Program PUPM, Pemerintah Bantu Serap Beras dari Petani dengan Harga Layak
TRIBUN PONTIANAK/NINA SORAYA
Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan M Munsif memberikan sambutan saat menbuka kegiatan Leadership Camp dan Capacity Building 4.0 bagi Gapoktan se-Kalbar, di Singkawang, Senin (18/11/2019). 

SINGKAWANG - Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, Muhammad Munsif, menjelaskan guna mewujudkan keberhasilan pembangunan ketahanan pangan ada tiga subsistem yang harus diperhatikan yakni subsistem ketersediaan, subsistem distribusi dan subsistem konsumsi.

"Subsistem ketersediaan pangan berfungsi menjamin pasokan pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk baik dari segi kualitas, kuantitas keragaman dan keamanannya," ujarnya saat membuka Rakor Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat dan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat, Senin (18/11/2019).

Latih Leadership, Ketua Gapoktan se-Kalbar Ikut Bela Negara

NasDem Kalbar Terbuka untuk Koalisi Beda Partai dengan Pemerintah di Pilkada

Sementara subsistem distribusi pangan ini berfungsi untuk menjamin agar seluruh rumah tangga dapat memperoleh pangan yang cukup sepanjang waktu dengan harga yang terjangkau.

Selanjutnya subsistem konsumsi berfungsi agar pola konsumsi pangan harus memenuhi kaidah hidup sehat, baik mutu keragaman, kandungan gizi, keamanan dan kehalalannya. Ini juga menekankan pada peningkatan kesadaran atas pentingnya pola konsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang aman.

Permasalahan yang sering terjadi pada subsistem distribusi adalah bervariasinya kemampuan produksi pangan antar wilayah dan antar musim terjadinya fluktuasi harga terutama pada saat panen raya dan pada saat paceklik.

"Kondisi ini menuntut kita untuk melakukan upaya baik berupa pengaturan ataupun intervensi langsung agar pangan dapat tersedia sepanjang waktu dengan harga terjangkau di seluruh wilayah," jelasnya.

Makanya perlu dihadirkan kelembagaan distribusi pangan yang mampu beroperasi secara berkelanjutan. Tujuannya lembaga distribusi pangan berperan dalam menjaga kestabilan distribusi dan harga pangan.

"Jadi lembaga ini menggerakkan aliran produksi pangan dari daerah sentra ke wilayah konsumen sehingga tercapainya keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan," ujarnya.

Menurutnya berbagai upaya telah dilaksanakan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan pendapatan petani dan meningkat akses terhadap ketersedian pangan. 

Seperti melakukan proses pemberdayaan masyarakat antara lain sejak 2009 hingga 2016 dilaksanakan kegiatan Penguatan lembaga Distrivbusi Pangan Masyarakat (LDPM) dan pada 2016 hingga 2019 dilakukan terobosan kembali memlalui kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM).

"Untuk memberdayakan Gapoktan dengan membantu memperkuat modal Gapoktan agar daoat menyerap gabah atau beras petani sehingga harga di tingkat petani stabil saat panen raya. Lalu lewat PUPM dilakukan upaya menyerap produk pertanian dengan harga layak dan menguntungkan petani khususnya bahan pangan pokok dan strategis," sampainya 

Dalam kesempatan tersebut, Munsif mengapresiasi upaya dari Bank Indonesia Kalbar yang telah turut serta membantu Pemerintah Provinsi Kalbar melakukan pendampingan pada Gapoktan hingga membantu dari sisi sarana prasarana.

"Bisa saja orang berpikir Bank Indonesia ini hanya mengurusi yang berdasi saja. Padahal bicara pangan ini perintah UU yang memang diurus negara. Kita berterima kasih pada Bank Indonesia yang secara rela menyisihkan energi bahkan keuangan membantu memastikan tidak ada gejolak harga. Lewat bantuan Bank Indonesia inflasi bisa terkendali," katanya. (nin)

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved