Gubernur Kalbar Serahkan DIPA Anggaran 2020 Kepada Satker Pengelola Dana APBN Kalbar

Kemudian belanja fisik meningkat lebih dari 50 persen dan belanja modal juga bagus untuk Kalbar.

Gubernur Kalbar Serahkan DIPA Anggaran 2020 Kepada Satker Pengelola Dana APBN Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto bersama Gubernur Kalbar, H Sutarmidji usai penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2020 Kepada Satuan Kerja Pengelola Dana APBN dan pemerintah kabupaten kota se - Kalimantan Barat yang diselenggarakan di Aula Pendopo Gubernur Kalbar, Selasa (19/11/2019). 

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menyerahkan DIPA Tahun Anggaran 2020 Kepada Satuan Kerja Pengelola Dana APBN dan pemerintah kabupaten kota se - Kalimantan Barat yang diselenggarakan di Aula Pendopo Gubernur Kalbar, Selasa (19/11/2019).

Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengatakan bahwa APBN yang masuk ke Kalbar ada peningkatan 9 persen lebih di Kalbar secara vertikal maupun instansi kabupaten kota.

Kemudian belanja fisik meningkat lebih dari 50 persen dan belanja modal juga bagus untuk Kalbar.

"Kita berupaya tiap tahun terus meningkat . Peruntukannya saya harap ada 5 prioritas sesuai yang disampaikan oleh presiden yakni peningkatan SDM, Infrastruktur kemudian perampingan birokrasi dan sebagainya," ujarnya.

Pembahasan APBD, Atbah: Secara Umum Berjalan Lancar

Ia mengatakan pada tahun ini DAK fisik 167 M tidak bisa direalisasikan karena perencanaan bersamaan tahun berjalan untuk DAK fisik . Seharusnya perencanaan ini sudah dilakukan satu tahun sebelumnya supaya ketika januari sudah mulai tender.

Ia meengajak pihak Dinas Perhubungam dan Bappeda untuk mengubah pola pikirnya.

"Birorkrasinya tidam inovatif dan seharusnya menjabarkan visi misi kepala daerah itu harusnya bappeda dan konsultasi ke saya apa yang mau dilakukan dan siapkan perencanaan satu tahun sebelumnnya misalnya perubahan anggaran.

"Saya minta perencanaan segera tender ternyata kembali pada aturan yang membuat lama sampai 3 bulan akhirnya tidak tekejar," ujarnya.

Ia berharap tahun depan ada percepatan, karena tahun lalu Kalbar tertinggi penyerapan anggaran dan tahun ini 90 persen sampai akhir tahun sudah bagus.

"Kita mungkin akan ada kelebihan target silva karena ada beberapa yang kita geser ke tahun 2020 karena fisiknya tinggal 2 bulan lagi dan itu tidak mungkin," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved