Aksi Bela Peladang

Aksi Bela Peladang, Wabup Askiman: Besok Kita Akan Rapat Tingkat Pimpinan

Askiman pun mendengarkan semua aspirasi dan tuntutan aliansi dari awal hingga pertengahan.

Aksi Bela Peladang, Wabup Askiman: Besok Kita Akan Rapat Tingkat Pimpinan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/AGUS PUJIANTO
Wakil Bupati Sintang, Askiman didampingi Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny dan sejumlah anggota dewan lainnya menerima peserta aksi untuk beraudiensi menyampaikan tuntutan di ruang rapat DPRD Sintang. 

SINTANG - Wakil Bupati Sintang, Askiman juga turut mendengarkan aspirasi dan tuntutan aksi bela peladang oleh Aliansi Solidaritas Anak Peladang di gedung DPRD Kabupaten Sintang, Selasa (18/11).

Askiman pun mendengarkan semua aspirasi dan tuntutan aliansi dari awal hingga pertengahan. Sebab, sebelum audiensi selesai, Askiman meminta izin untuk meninggalkan ruangan karena hendak pergi ke Pontianak.

Soal desakan pendemo untuk membebaskan enam peladang yang berstatus terdakwa, Askiman mengatakan akan diputuskan setelah rapat koordinasi bersama para Forkopimda yang akan digelar besok, Rabu (19/11) siang.

“Untuk menyimpulkan solusi untuk enam orang (peladang yang berstatus terdakwa), menunggu hasil rapat. Besok kita akan bahas, pada tingkat pimpinan daerah,” kata Askiman.  

Berikut Isi Poin Tuntutan Aliansi Solidaritas Anak Peladang di Sintang

Askiman sepakat, ladang berpindah bukan hanya kearifan lokal, tapi juga budaya, tradisi dan adat istiadat. Menurutnya, persoalan ini termasuk enam peladang yang terjerat kasus Karhutla harus segera diatasi.

“Ini harus sesegera mungkin kita atasi. Untuk mengambil kejiabakan strategis yang paling krusial dan paling urgensi berkaitan enam orang yang ditahan (Enam terdakwa tidak ditahan atas jaminan DAD Kabupaten Sintang-red),”  jelas Askiman.

Ditegaskan lagi, pemerintah tidak bisa menyalahkan penegak hukum dalam rangka penanganan Karhutla. “Saya tidak bisa menyalahkan aparat penegak hukum, mereka juga menjalankan tugas dan fungsinya,” jelasnya.

Soal desakan usut tuntas perusahaan sawit yang disegel, Askiman menyebut pihaknya melalui tim TP3K akan mengkajinya.

“Persoalan sawit, itu masih dalam penelitian. Saya mohon waktu, kami sudah mulai penilitian melalui TP3K, di kecamatan, aparat desa juga kami libatkan. Menyelidikan persoalan ini, kami ingin mencari pembuktian yang benar,” ujar Askiman

Point Tuntutan Aksi Bela Peladang

Halaman
1234
Penulis: Agus Pujianto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved