Polres Ketapang Tangkap 18 Pekerja PETI, Sebagian Ternyata Bukan Warga Kalbar

Mereka ditangkap karena melakukan penambangan emas ilegal di Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang.

Polres Ketapang Tangkap 18 Pekerja PETI, Sebagian Ternyata Bukan Warga Kalbar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sejumlah barang bukti yang diamankan oleh anggota Satreskrim Polres Ketapang saat melakukan operasi PETI di Kecamatan Hulu Sungai Kabupaten Ketapang. 

KETAPANG - Jajaran Satreskrim Polres Ketapang mengamankan 18 warga yang kedapatan melakukan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Mereka ditangkap karena melakukan penambangan emas ilegal di Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang.

Kapolres Ketapang, AKBP R Siswo Handoyo, mengatakan penangkapan terhadap 18 orang tersebut dilakukan pada Jumat (08/11/2019) lalu.

"Penangkapan ini merupakan Operasi PETI Kapuas 2019 oleh Satreskrim Polres Ketapang dibantu Polsek Sandai serta Sabhara," terang Siswo, Senin (18/11/2019). 

Polres Landak Tangkap 10 Terduga Pelaku PETI, 3 Pemilik Modal dan 7 Pekerja

Ia menjelaskan, TKP operasi PETI ini dilakukan di Dusun Saiyam Desa Riam Dadap Kecamatan Hulu Sungai.

Di lokasi ini ada beberapa lokasi tambang yang digerebek.

Selain penambang, polisi juga menangkap sejumlah warga yang kedapatan membawa hasil tambang berupa batu yang mengandung emas.

"Yang membawa batu yang mengandung emas ditangkap di jalan perkebunan kelapa sawit PT. AJB Desa Pendamar Indah Kecamatan Sandai," jelasnya.

Siswo mengungkapkan, ada tujuh lokasi penangkapan yang dilakukan oleh pihaknya.

Lokasi pertama, polisi menangkap empat orang yaitu, Y, K, S dan HN.

Halaman
123
Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved