Kampung Terpencil Sambas, Ada Yang Belum Dapat Sinyal Seluler

Tepatnya di dusun selobat yang berpendudukan kurang lebih 200 kepala keluarga yang tinggal dipesisiran kaki gunung.

Kampung Terpencil Sambas, Ada Yang Belum Dapat Sinyal Seluler
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Kepala Desa Sungai Jaga B, Deden Suphendrawan (40) menunjukkan tower BTS salah satu operator seluler, yang menurut warga sekitar sempat bergoyang saat gempa mengguncang Sungai Jaga B. Tower tersebut berada tepat di samping rumahnya di RT 03/RW 01 Dusun Nelayan, Desa Sungai Jaga, Sungai Raya, Bengkayang, Kalbar, Jumat (15/5/2015). 

Citizen Reporter
Mahasiswa
Mas Aldi

SAMBAS -  Semakin pesatnya kemajuan teknologi hingga saat ini, masih ada sejumlah desa di Kabupaten Sambas yang tidak mendapatkan jaringan seluler sehingga masyarakat untuk berkomunikasi melalui via telpon harus mencari tempat yang tinggi untuk bisa mendapatkan jaringan seluler.

Tepatnya di dusun selobat yang berpendudukan kurang lebih 200 kepala keluarga yang tinggal dipesisiran kaki gunung.

Salah satu pemuda di dusun selobat  yang bernama Dzaki mengatakan bahwa dirinya harus mencari tempat yang tinngi atau naik bukit untuk bisa menelpon atau mengirim SMS.

Untuk tersambung dengan jaringan seluler  maka  harus bergeser kurang lebih 14 kilometer yang termasuk diwilayah Selakau.

UPDATE Kasus Penyiraman Air Keras! Perseteruan Novel Baswedan & Dewi Tanjung, Sinyal Positif Polisi

Kapolsek ungkap Kebakaran Rumah di Kartiasa Disinyalir dari Konsleting Listrik

Bupati Nasir: Masih Banyak Wilayah di Kapuas Hulu Tanpa Sinyal Telekomunikasi

Salah satu tokoh masyarakat  dusun selobat, H. Jainuddin mengatakan  komunikasi  pribadinya dengan anak nya yang berada di Pontianak dan sambas yang tengah merantau untuk melanjutkan pendidikan sering terkendala  sehingga mengakibatkan kurangnya informasi tentang keadaan anaknya yang tengah merantau di kota orang.

Dzaki dan masyarakat dusun selobat sangat berharap penuh kepada pemerintah agar kampungnya bisa menikmati jaringan seluler seperti desa-desa lainnya, dan masyarakat sangat berharap kepada pemerintah agar pemerintah  peduli dengan kampungnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved