Dinno: TPPO Meluas Dalam Bentuk Jaringan Kejahatan yang Terorganisir

Dinno Mardiana mengatakan kasus TPPO dari tahun ke tahun meningkat meskipun belum ada angka pasti.

Dinno: TPPO Meluas Dalam Bentuk Jaringan Kejahatan yang Terorganisir
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Kementerian Sosial RI bekerjasama dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Singkawang menyelenggarakan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang diselenggarakan di Swiss Belinn Singkawang, Komplek Singkawang Grand Mal, Jalan Alianyang, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Senin (18/11/2019). 

Dinno: TPPO Meluas Dalam Bentuk Jaringan Kejahatan yang Terorganisir

SINGKAWANG - Kementerian Sosial RI bekerjasama dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Singkawang menyelenggarakan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang diselenggarakan di Swiss Belinn Singkawang, Komplek Singkawang Grand Mal, Jalan Alianyang, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Senin (18/11/2019).

Kegiatan dilakukan untuk mengenal dan meningkatkan pemahaman dan sikap yang sama dalam mencegah serta menangani kasus TPPO.

Narasumber Kementerian Sosial RI, Dinno Mardiana mengatakan kasus TPPO dari tahun ke tahun meningkat meskipun belum ada angka pasti.

Keluarga Pasien Curhat di Medsos, Keluhkan Pelayanan Perawat RSUD Sintang

Siswa Antusias Ikuti Kegiatan LSPSDM

Jumlah kasus ini merupakan fenomena gunung es yang berarti gambaran yang sebenarnya jauh lebih besar dari apa yang tercatat.

"Saat ini TPPO telah meluas, dalam bentuk jaringan kejahatan yang terorganisir dan hal ini menjadi ancaman bagi masyarakat bangsa dan negara," katanya.

Dinno memberikan beberapa contoh eksploitasi di antaranya adanya masyarakat yang melakukan kegiatan dengan menggendong anak serta meminta belas kasihan dengan meminta-minta.

Ini merupakan eksploitasi terhadap anak yang digendong atau dibawa, agar orang kasihan dan memberikan sedekah kepadanya.

Sering dijumpai anak-anak itu bukanlah anaknya sendiri. Dia menyewa dengan orang lain dan prihatinnya si anak dijejali obat tidur agar tidur terus.

"Baik yang meminta-minta maupun orang tua anak masuk dalam kategori eksploitasi anak," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved